Lebih 430.000 Kendaraan Terjaring ODOL di Indonesia, Menhub Respons Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui angka pelanggaran over dimension over loading (ODOL) di sektor transportasi darat masih tinggi.
Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, lebih 430.000 kendaraan yang diperiksa di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di seluruh Indonesia melakukan pelanggaran ODOL.
“Upaya pencegahan kecelakaan akibat angkutan ODOL dapat dilakukan melalui pengawasan yang ketat serta penerapan sistem digital,” kata Dudy dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (1/10/2025).
Baca Juga
Truk ODOL Resmi Dilarang 2027, Ini 3 Langkah Penting yang Harus Disiapkan
Menurut data Jasa Raharja, lanjut Dudy, kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan ODOL menempati posisi kedua penyebab kecelakaan terbanyak. Pada 2024, tercatat lebih 6.000 korban meninggal dunia. Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2025, terjadi lebih dari 7.000 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia lebih dari 2.000 orang.
Menhub Dudy menekankan kembali bahwa pemerintah telah menetapkan target zero ODOL pada 2027. “One is too many, satu nyawa sudah terlalu banyak. Setiap korban jiwa adalah kehilangan yang tak ternilai, dan karena itu upaya pencegahan harus dilakukan dengan serius, konsisten, dan terukur,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menekankan pentingnya penertiban ODOL. “Kita hilangkan pungli dan perbaiki sistem dengan menghadirkan teknologi, termasuk dengan digitalisasi yang terhubung satu sama lain,” ujarnya melalui pesan video.
Secara terpisah, pemerintah terus memperkuat upaya pemberantasan kendaraan ODOL di jalan tol dengan memasang alat timbang kendaraan alias weight in motion (WIM). Hingga saat ini, total 40 titik WIM telah terpasang di ruas tol Trans-Jawa dan Sumatra.
Baca Juga
KTB: Zero-ODOL Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Industri Kendaraan Niaga
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menjelaskan, di ruas tol Sumatra telah terpasang 26 titik WIM. Dari jumlah tersebut, 14 titik sudah terintegrasi dengan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) milik kepolisian serta sistem BLU dari Kementerian Perhubungan.
"Sedangkan untuk ruas jalan tol yang beroperasi di Pulau Jawa telah dilakukan pemasangan weight in motion dengan total 14 titik. Dari jumlah itu, 5 titik telah terintegrasi dengan ETLE dan BLU," jelas Dody beberapa waktu lalu.

