Desain Giant Sea Wall Masih Pakai Konsep NCICD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti menyatakan, gagasan pembangunan tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall (GSW) masih mengacu pada desain lama dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
“Kalau kami masih menggunakan yang lama, belum berubah (desain NCICD). Jadi kami sudah melakukan yang untuk pengendalian banjir, kemudian kita juga ada yang on-going,” ungkap Diana di Travoy Hub, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga
AHY Buka Peluang Investor Asing Danai Proyek 'Giant Sea Wall' Pantura Jawa
Ia menambahkan, pembangunan proyek NCICD kemungkinan akan diintegrasikan dengan GSW. Namun, prioritas utama tetap pada upaya pengendalian banjir di Kota Jakarta. “Kami juga harus memperhatikan jangan sampai Jakarta itu banjir, karena yang kita lakukan adalah pengendalian banjir. Itu yang utama,” tegas Diana.
Menurut Diana, pembangunan Giant Sea Wall membutuhkan waktu serta koordinasi teknis berbagai stakeholders agar proyek berjalan baik tanpa menimbulkan dampak banjir dalam pembangunannya.
Pembangunan tanggul laut raksasa merupakan bagian integral dari proyek NCICD Fase B. Saat ini, fokus utama masih pada NCICD Fase A yang berlokasi di pesisir pantai dan muara sungai. Progres pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD Fase A terus berjalan. Hingga September 2025, tercatat sepanjang 9,4 km tanggul pengaman pantai telah berhasil direalisasikan dari total trase kewenangan Pemerintah Provinsi Jakarta sepanjang 28,279 km, berdasarkan nota kesepahaman per Juni 2025.
Baca Juga
AHY Prioritaskan Giant Sea Wall untuk Jaga Industri Strategis dari Rob
Adapun, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta saat ini tengah fokus pada pengerjaan NCICD Fase A di area pengaman pantai, garis pantai, dan muara kali untuk mengatasi banjir rob di pesisir Jakarta dan diproyeksikan rampung pada tahun 2030.
Secara terpisah, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit H Ashaf mengebut rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau GSW untuk melindungi kawasan pesisir utara Jawa. Didit menggelar serangkaian rapat koordinasi dengan kementerian terkait hingga pakar arsitektur urban asal Spanyol guna mempercepat sinkronisasi desain dan pelaksanaan proyek.

