Peta Jalan Infrastruktur dan 'Giant Sea Wall' Jadi Bagian Renstra Infrastruktur
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, Kemenko IPK bersama lima kementerian teknis akan membahas rencana strategis (renstra) menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satunya pemerintah akan mematangkan peta jalan infrastruktur yang di dalamnya akan diupayakan untuk merealilsasikan 'giant sea wall' atau tanggul laut raksasa.
''Tahun 2025 ini menjadi sebuah tahun yang menentukan milestone, karena menjadi pijakan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Kita terlalu sering mendengarkan Indonesia Emas 2045, dan saya rasa begitu masuk 2025 lebih mudah menghitungnya, tinggal 20 tahun atau 2 dekade lagi,'' kata AHY dalam sambutannya di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2025).
Ia memaparkan, pihaknya akan mematangkan peta jalan atau road map infrastruktur ke depan sesuai dengan RPJMN dan RPJPN, serta Astacita Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya membangun tanggul laut raksasa.
''Kami punya niat untuk melanjutkan semua (pembangunan infrastruktur, red) yang sudah baik, sekaligus juga membuat rencana peta jalan untuk membangunan mega infrastruktur yang memang berdampak untuk menyelamatkan masyarakat kita yang terancam, tenggelam di pesisir utara Jakarta maupun Jawa. Misalnya, membangun konektivitas yang lebih cepat dan lebih baik, serta terjangkau tidak hanya di Jawa tapi juga di berbagai pulau yang lain. Termasuk juga bagaimana kita ingin menghadirkan pusat-pusat kawasan transmigrasi ideal yang ini menjadi pilot project dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan,'' ujar AHY.
Sebelumnya, Kemenko IPK tengah mengumpulkan lima kementerian teknis untuk membahas rencana strategis pembangunan di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Awal tahun tentunya perlu kita koordinasikan, ada lima kementerian yang ada di wilayah koordikasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, tentu kita ingin menyamakan frekuensi sekaligus merangkum (kinerja) tahun 2024," kata anak Presiden ke-6 RI itu.
Ia menambahkan, pihaknya akan merumuskan pemetaan sementara atau outlook untuk pembangunan infrastruktur di era Kepresidenan Prabowo Subianto.
''Ada outlook yang harus kita rumuskan bersama untuk tahun 2025. Kita ingin pembangunan infrastruktur bisa semakin berdampak, tepat sasaran untuk berkontribusi secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi sekaligus juga kesejahteraan masyarakat,'' ucap AHY.
Berdasarkan pantauan investortrust.id, beberapa menteri yang tampak hadir, yakni Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Transmigrasi Iftitah S Suryanagara, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang diwakilkan oleh Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah. Lalu, pada sekitar pukul 10.00 WIB, Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) datang mengenakan batik cokelat.

