'Giant Sea Wall' Masih Tunggu Komando dari Menteri AHY
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di Pantura Jawa.
“Yang pasti itu (rencana bangun Giant Sea Wall) di Pak Menko (AHY) dan badan otorita (Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa). Kita menunggu arahan Pak Menko saja,” kata Dody di kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga
AHY Bocorkan Konstruksi 'Giant Sea Wall', Tahap Awal Jakarta, Semarang, dan Demak
Menurut Dody, rencana pembangunan Giant Sea Wall bukan menjadi kewenangan langsung Kementerian Pekerjaan Umum melainkan di Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa yang dikomando oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf.
Menteri PU sebelumnya mengungkapkan, desain tanggul laut raksasa atau GSW telah dikantongi Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Didit Herdiawan Ashaf. “Di beliau (desain tanggul laut raksasa), tetapi coba ditanyakan ke Pak Menko Infrastruktur juga,” kata Dody beberapa waktu lalu.
Kementerian PU juga menyatakan rencana induk pembangunan tanggul laut raksasa atau GSW yang sudah ada sejak lama akan disesuaikan dengan kebijakan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa.
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti mengatakan, terdapat kemungkinan perubahan dalam rencana yang telah disusun agar selaras dengan perencanaan otorita baru.
Baca Juga
Prabowo Bahas Penguatan Kawasan hingga 'Giant Sea Wall' dengan Xi Jinping di Beijing
“Master plan-nya dari dahulu sudah ada, tetapi mungkin ada sedikit perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan (rencana Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa),” kata Diana saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (4/9/2025) lalu.
Diana menambahkan, pihaknya belum melakukan pembahasan langsung dengan Wakil Menteri KKP sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf. “Nanti Pak Didit rencananya mau bicara sama saya dalam waktu dekat, jadi tunggu dahulu (hasil pembahasan proyek Giant Sea Wall),” imbuh Diana.

