Menteri Ara: Kadin Berperan Besar Percepat 'Crowd-In' KUR Perumahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia atas upaya mendorong kolaborasi dalam mendukung pembiayaan perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Menurut Maruarar, keterlibatan Kadin bersama pelaku usaha properti, kontraktor, pengembang, serta perbankan membantu mempercepat proses crowd-in pembiayaan. Istilah crowd-in dalam konteks ekonomi dan pembiayaan artinya adalah masuknya partisipasi atau keterlibatan pembiayaan dari sektor swasta atau investor lain karena adanya dukungan, insentif, atau katalis dari sektor publik (misalnya pemerintah, BUMN, atau lembaga keuangan internasional).
“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Kadin, Mas Anin (Anindya Novyan Bakrie), yang jaringannya luar biasa, menggerakkan untuk crowd-in sehingga mempertemukan antara developer, kontraktor, pengembang hingga perbankan,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam konferensi pers Simposium Gotong Royong Perumahan Warisan Bangsa di Jakarta, Selasa (16/9/2025) malam.
Baca Juga
Anindya Bakrie: KUR Perumahan Rp 130 T Berpotensi Serap Hingga 9 Juta Pekerja
Menteri Ara turut mengapresiasi dukungan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto atas implementasi KUR Perumahan yang telah menunjukkan respons positif dari masyarakat. Program ini telah disosialisasikan melalui Kadin, Danantara, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Pemerintah Provinsi Jakarta, serta empat asosiasi lainnya.
Pada kesempatan yang sama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani menyebutkan, penyerapan KUR Perumahan Rp 130 triliun dalam kurun waktu empat bulan terakhir ini menjadi tantangan dalam hal penyerapan.
Namun demikian, Rosan meyakini Menteri Maruarar mampu menggenjot penyerapan tersebut untuk menekan backlog 9,9 juta hunian di seluruh Indonesia.
“Ini juga penyerapannya tentu tidak mudah ya, tapi saya yakin ini bisa berjalan dengan baik dan benar. Dan program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh bapak Presiden, tentunya akan bisa berjalan dengan baik dan cepat, serta menghasilkan apa yang selama ini direncanakan,” ujar dia.
Baca Juga
Jika Habis Terserap, Danantara Akan Tambah Anggaran untuk KUR Perumahan Hingga Rp 250 T
Lebih lanjut, Maruarar menyoroti pesan Menteri Rosan, yakni tantangan ke depan terletak pada penyerapan KUR Perumahan Rp 130 triliun. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang masif serta penerapan skema pembiayaan yang efektif dan cepat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
“Pak Rosan juga menyampaikan tantangan kita ke depan adalah penyerapan. Maka dari itu, harus ada sosialisasi yang masif dan skema-skema yang efektif dan cepat namun tetap prudent,” pungkas dia.

