FLPP dan BSPS Kini Libatkan Swasta Wujudkan Program 3 Juta Rumah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah menggandeng sektor swasta untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki lebih dari 26 juta rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh Indonesia.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan, langkah ini sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam pembiayaan perumahan rakyat. Pemerintah menegaskan program BSPS kini tidak hanya dibiayai APBN, tetapi didukung oleh sektor swasta dan yayasan filantropi.
Baca Juga
Mantan Menteri Perumahan Rakyat Beberkan Asal-usul FLPP, Terinspirasi dari AS
“Mayoritasnya BSPS, karena kita punya 26 juta lebih rumahnya ada, tetapi tidak layak huni. Itu target kita melalui program BSPS, ada dari APBN dan ada juga dari ‘BSPS swasta’ dari para pengusaha, seperti Yayasan Buddha Tzu Chi hingga hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia,” kata Maruarar seusai Sosialisasi KPP KUR oleh Kementerian PKP dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta Selatan, Minggu (7/9/2025).
Kementerian PKP memperoleh tambahan anggaran Rp 10,89 triliun yang telah disetujui Komisi V DPR. Sebanyak Rp 8,9 triliun dialokasikan khusus untuk BSPS dengan target perbaikan dan pembangunan 400.000 unit rumah pada 2026.
Maruarar menekankan bahwa pemerintah kini menggalang dukungan dunia usaha untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Skema “BSPS swasta” akan memungkinkan pengusaha berkontribusi melalui pendanaan, material, atau tenaga kerja.
Baca Juga
Hipmi Happy! Pemerintah Buka Plafon KUR Perumahan hingga Rp 20 Miliar
FLPP swasta buka ruang perbankan
Tak hanya BSPS, program FLPP – pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) – kini juga membuka ruang bagi perbankan swasta. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) telah menyatakan kesiapannya mendukung penyaluran FLPP bersama perbankan milik negara.
“Jadi, ada FLPP swasta dan BSPS swasta. Jadi inilah wujud dari perkataan Pak Prabowo, ‘Berbaginomics’ bukan ‘Serakahnomics’, sehingga banyak dukungan dari berbagai pihak,” ujar Maruarar.

