Sampah Jadi Listrik, Danantara Ikut Garap Proyek PLTSa Bareng ESDM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan ikut menyokong pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiyani Dewi menyebut, semua pengajuan pembangunan PLTSa setelah revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan terbit, akan diarahkan ke Danantara.
Baca Juga
Pertamina Dorong Bank Sampah Beo Asri Sulap Jelantah Jadi Rupiah
“Kita minta secepatnya (pembangunan PLTSa), karena kan semua akan masuk Danantara dahulu. Terus nanti kalau sudah diidentifikasi Danantara, mana yang dikerjakan swasta atau Danantara," kata Eniya saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Danantara nantinya dapat terlibat lewat pendanaan penuh atau lewat skema joint venture atau usaha patungan. Dalam hal ini, Danantara memiliki kelonggaran dalam memberikan dukungan. "Dia (Danantara) pendanaan tok bisa, joint venture bisa. Itu terserah Danantara," ucap Eniya.
Eniya pun menerangkan, pengelolaan khusus Danantara akan difokuskan pada tempat pembuangan akhir (TPA) dengan kapasitas sampah minimal 1.000 ton per hari. Dari volume tersebut, potensi listrik yang dihasilkan bisa mencapai 20 megawatt (MW). “1.000 ton per hari sampahnya. Terus bisa menghasilkan 20 megawatt. Itu minimal (bagi Danantara),” ujar Eniya.
Baca Juga
Diambil Alih Danantara, Proyek Ubah Sampah Jadi Listrik Ditargetkan Rampung 18 Bulan
Lebib lanjut, Eniya menyampaikan bahwa nantinya Kementerian Lingkungan Hidup akan merancang daftar PLTSa yang paling mendesak untuk digarap berdasarkan kedaruratan sampahnya. Namun, dia menyebut dalam revisi perpres, tidak ada target terkait jumlah pembangunan PLTSa.
"Di perpres enggak ada list. Semuanya, intinya kalau yang darurat dan semua akan digarap Danantara yang kapasitasnya lebih dari 1.000 (ton), itu silakan," sebut dia.

