PLN IP Tunggu Arah Kebijakan Danantara untuk Proyek PLTSa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT PLN Indonesia Power (IP), Bernadus Sudarmanta mengatakan pihaknya tertarik mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Bahkan, PLN IP sudah melakukan visibility study PLTSa di Bali sebelum inisiatif dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Kita sebenarnya sudah melakukan studi, cuma kan memang karena perubahan regulasi, kita menunggu perkembangan kebijakan Danantara,” kata Sudarmanta, seusai mengikuti CEO Insight yang digelar Kompas, di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga
Kebijakan yang ditunggu PLN IP, kata Sudarmanta, yaitu bagaimana Danantara mengeksekusi proyek PLTSa. Selain itu, PLN IP juga menunggu posisi perusahaan tersebut sebagai mandatori partner atau optional partner. “Ataukah kita akan menjadi consortium bidder. Banyak kemungkinan, ini lagi-lagi pintu masuknya tergantung dari kebijakan Danantara,” kata dia.
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan akan membangun PLTSa di 33 kota. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Danantara. “Total proyeknya sekitar 20 megawatt. Bapak Presiden selalu mengatakan, turisme harus kita dorong dengan cara kota-kota harus bersih. Jadi jangan sampai di Indonesia, kotanya tidak bersih,” kata Airlangga.
Airlangga mengatakan, PLTSa akan dipercepat. Sebab, proyek ini menjadi salah satu dari implementasi Patriot Bond. “Jadi dananya sudah ada kemudian juga proyeknya sudah ada, dan juga offtake price-nya dengan PLN sudah disepakati, ini diharapkan dalam 2-3 tahun ke depan bisa direalisasikan,” ujar dia.
Airlangga menjelaskan, proyek ini salah satunya dibiayai project ASEAN Zero Emission Community (Azec) yang didorong adalah PLTSa di Legok Nangka, Jawa Barat. “Investasinya Rp 4 triliun, dan Azec sudah setuju untuk membiayai,” ucap dia.
Baca Juga
PLN dan KAI Mulai Elektrifikasi Jalur Kereta Nasional Tanpa APBN
Pada Jumat, 31 Oktober 2025, Danantara mengumumkan 24 perusahaan yang ikut dalam seleksi Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL). Sebanyak 24 perusahaan tersebut rencana akan mengikuti lelang pada Kamis (6/11/2025). Perusahaan tersebut dianjurkan untuk membuat konsorsium.

