Perkuat Ekosistem 'Waste to Energy', PLN Siap Jadi 'Offtaker' Proyek PLTSa Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) menegaskan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung ekosistem pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Indonesia sebagai offtaker dari proyek-proyek waste-to-energy yang diinisiasi pemerintah bersama para pengembang.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN siap menjalankan peran sebagai offtaker untuk memastikan seluruh proyek PLTSa dapat berjalan dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional.
“PLN mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan PLTSa. Peran kami adalah memastikan kesiapan jaringan, memberikan kepastian offtaker, serta membuka ruang kerja sama dengan para pengembang,” ujar Darmawan, dikutip Kamis (27/11/2025).
Darmawan menjelaskan bahwa PLN juga terus melakukan penguatan sistem kelistrikan di wilayah prioritas pengembangan PLTSa. Termasuk, menyiapkan infrastruktur transmisi dan distribusi andal agar setiap PLTSa dapat segera terhubung dan masuk ke dalam sistem. “Integrasi ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus memastikan pemanfaatan energi dari sampah dapat berjalan optimal,” jelas dia.
Baca Juga
Sementara itu Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN Daniel Tampubolon menegaskan bahwa pengembangan PLTSa telah menjadi bagian penting dalam perencanaan energi nasional.
“Dalam RUPTL 2025–2034 yang kami luncurkan bersama pemerintah pada Mei 2025, waste-to-energy sudah kami masukkan sebagai salah satu pilar pengembangan energi baru terbarukan, khususnya dalam kategori bioenergi. Artinya, PLTSa sudah sepenuhnya align dengan peta jalan transisi energi nasional,” kata Daniel.
Source: Dok PLN
Daniel menjelaskan, pengembangan PLTSa membutuhkan skema investasi yang matang dan minim risiko. Selain itu, tantangan yang harus dihadapi untuk menyukseskan proyek PLTSa di antaranya penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), sehingga komposisi sampah yang menjadi sumber energi dapat lebih optimal.
“Kami melihat banyak lesson learned dari proyek-proyek sebelumnya, karena 3R belum sepenuhnya siap, maka diperlukan upaya de-risking investasi. PLN sebagai the extension of the state mengambil peran penting untuk menjawab kebutuhan ini,” ucap Daniel.
Sebelum ini, Managing Director Investment Danantara Indonesia Stefanus Ade Hadiwidjaja menyampaikan, proyek waste-to-energy merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus menyediakan energi bersih secara berkelanjutan.
Baca Juga
PLN EPI Pacu Pengembangan LNG 'Midstream' untuk Tekan Biaya Bahan Bakar Pembangkit
“Indonesia punya peluang menjaga kehidupan melalui waste-to-energy. Namun, tidak ada yang bisa melakukannya sendiri. Proyek ini hanya mungkin apabila ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Stefanus.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa dalam pengembangan ekosistem PLTSa, Danantara telah menugaskan PLN sebagai offtaker listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut. Dalam pelaksanaannya, Danantara berkoordinasi dengan PLN sembari berperan sebagai orkestrator. “Tanpa solusi sistemik, kolaboratif, dan terukur, tidak akan ada keberlanjutan kehidupan ekonomi ke depan,” sebutnya.

