MRT Jakarta 2026 Dapat Suntikan Rp 2,61 T, Fokus Lintas Utara-Selatan dan Timur-Barat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah menetapkan alokasi hibah untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta pada 2026 sebesar Rp 2,61 triliun. Angka ini meningkat 140,3% dibandingkan outlook 2025 sejumlah Rp 1,09 triliun.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, dikutip Rabu (20/8/2025), kenaikan tersebut digunakan untuk mengakomodasi pembangunan MRT Jakarta lintas utara-selatan fase II A serta MRT Jakarta lintas timur-barat fase 1 tahap 1. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta akan melaksanakan pembangunan lanjutan MRT East-West pada periode tersebut.
Baca Juga
MRT Teken MoU dengan Persija, Sepakat Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global
Sementara itu, outlook penyaluran pemberian pinjaman tahun 2025 sebesar Rp 4,69 triliun atau 50% dari pagu APBN dikarenakan adanya perubahan rencana penarikan pinjaman pada Pemprov Jakarta akibat proses procurement ulang paket pekerjaan rolling stock proyek konstruksi MRT Jakarta serta belum dipenuhinya dokumen rekomendasi penyelesaian isu retroactive financing pada PT PLN (Persero).
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, proyek MRT Jakarta lintas timu-barat (east-west) fase I tahap I akan fokus pada rute Medan Satria-Tomang dan Tomang-Lippo Mall Puri.
“Tahun ini bicara pembahasan lahan dahulu yang mulai dari Medan Satria sampai ke Jakarta. Jadi tahap satu itu ada dua kegiatan. Pertama, Medan Satria sampai Tomang. Kedua, Tomang ke Mal Puri,” jelas Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Dirjen Intram), Risal Wasal beberapa waktu lalu.
Baca Juga
MRT Jakarta Akan Tembus Tangsel Tanpa Sentuh Dana APBD, Ini Skemanya
Risal menambahkan, saat ini PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk mengintegrasikan trase MRT timur-barat ke Stasiun Pasar Senen guna menata kawasan di wilayah tersebut.
“(MRT) East-west itu agak sedikit menggeser trase, akhirnya mendekati daripada stasiun kereta api Pasar Senen. Ya, mereka (MRT Jakarta) sedang mengkaji lagi untuk penggeseran stasiun tadi agar semakin mendekati integrasinya dengan stasiun kereta api Pasar Senen dan Terminal Senen,” ungkap dia.

