MRT Jakarta Akan Tembus Tangsel Tanpa Sentuh Dana APBD, Ini Skemanya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana memperluas jalur layanan moda raya terpadu (MRT) ke wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rencana ini akan dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
"Kami ingin memulai studi atau penjajakan pengembangan jalur dengan pembiayaan tanpa melibatkan pendanaan dari pemerintah, atau paling tidak dengan skema KPBU," kata Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud, dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/7/2025).
Farchad menambahkan, setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi kapasitas fiskal maupun karakter sosial.
Baca Juga
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Capai 50%, Stasiun Thamrin-Monas Siap Operasi 2027
Ihwal itu, dia menyebut pendekatan khusus sangat dibutuhkan dalam memperluas layanan ke luar wilayah Jakarta, termasuk dengan menjalin komunikasi dan studi bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
"Ada beberapa jalur yang pernah dikaji oleh Dirjen Perkeretaapian (Kemenhub), tetapi ada yang sedang kami upayakan dengan strategi-strategi pembangunan baru yang lebih bisa membantu meningkatkan aspek layanan," tutur Farchad.
Baca Juga
Ini Progres 'Feeder' Canggih 'Skytrain' untuk LRT Cibubur-Bogor dan MRT Lebak Bulus-BSD
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan siap memberikan modal awal untuk proyek tersebut. "Saya menyampaikan ke Pemerintah Banten, kalau perlu modal dasarnya, modal awalnya dari Pemerintah Provinsi DKI ya nanti tergantung hitungan bisnis ke bisnisnya," kata Pramono
Berdasarkan kajian sementara PT MRT Jakarta, proyek ini akan mencakup dua koridor potensial, yaitu koridor utara dan selatan. Koridor utara akan melintasi jalur Pondok Aren-Serpong, sedangkan koridor selatan melalui Ciputat-Pondok Cabe. Kedua jalur ini akan terhubung dengan stasiun utama di Lebak Bulus, Jakarta.
Perpanjangan jalur MRT dari Jakarta sangat penting bagi warga Tangsel. Sebab, sekitar 70% dari 1,5 juta penduduk Tangerang Selatan hilir mudik ke Jakarta.

