Kontribusi Pertamina ke Negara Sudah Rp 261,9 Triliun di 2025, Jadi yang Terbesar di Antara BUMN Lain
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) mengumumkan setoran yang sudah mereka berikan kepada negara hingga September 2025 telah mencapai Rp 261,9 triliun. Setoran tersebut berasal dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, sumbangsih ini menjadi yang terbesar sejauh ini jika dibandingkan dengan badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Dalam tiga tahun terakhir, setoran Pertamina ke negara bahkan selalu terjaga di atas Rp 300 triliun.
“Kontribusi Pertamina kepada negara ini tentunya menjadi kontribusi yang terbesar dibandingkan dengan BUMN yang lain. Di samping itu Pertamina juga memiliki kontribusi fiskal yang stabil di atas Rp 300 triliun per tahun melalui pembayaran pajak, PNBP, dan juga dividen,” sebut Oki dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga
Pertamina Lakukan Penggabungan Tiga Anak Usaha, Ini Kabar Terbarunya
Oki pun berharap Pertaminja juga akan memberikan dividen yang terbesar juga kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yaitu Rp 42,1 triliun. Dia menyebut, hingga September 2025 ini yang sudah direalisasikan sebesar Rp 23 triliun.
Kendati demikian, Oki tidak memungkiri bahwa saat ini kondisi global sangat menantang dengan turunnya harga minyak dunia, dan kemudian juga turunnya Mean of Platts Singapore (MOPS) untuk solar, dan juga melemahnya rupiah.
“Pertamina terus menerus menjaga fundamental keuangan untuk dapat terus profit dan berdampak kepada Indonesia. Meskipun tentunya tantangan seputar volatility dari nilai tukar, penurunan indikator makro seperti ICP dan juga MOPS solar yang cukup challenging,” ucapnya.
Meski terdapat berbagai tantangan, Oki mengatakan pendapatan (revenue) perseroan Pertamina Group diproyeksikan akan mencapai US$ 68,7 miliar atau sekitar Rp 1.127 triliun.
“Dan pada saat yang sama kami akan mencapai EBITDA sekitar US$ 9,6 miliar atau sekitar Rp 158 triliun. Kemudian laba bersih atau net profit after tax (NPAT) insyaallah akan mencapai US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun,” ujar Oki.
Baca Juga
Menurutnya, pencapaian ini juga menegaskan peran Pertamina sebagai agen pembangunan nasional, sebagai lokomotif pembangunan nasional yang tidak hanya melalui bidang energi tapi juga melalui bidang fiskal, keuangan yang menopang perekonomian negara.
“Semua kontribusi ini merupakan hasil dari disiplin finansial dan improvement berkelanjutan pada cost structure dan juga portfolio bisnis Pertamina,” turur Oki.

