AS Dilaporkan Beri 'Lampu Hijau' Nvidia Ekspor Cip AI H20 ke China
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mulai menerbitkan lisensi bagi Nvidia untuk mengekspor cip H20 ke China. Langkah ini sekaligus menghapus hambatan besar bagi perusahaan semikonduktor raksasa itu dalam mengakses salah satu pasar terbesarnya.
Keputusan ini menyusul pencabutan larangan penjualan H20 ke China yang diberlakukan pada April lalu. Cip tersebut dirancang khusus untuk pasar China agar tetap mematuhi pembatasan ekspor cip AI era Presiden Joe Biden. Nvidia sebelumnya memperingatkan, larangan itu akan memangkas pendapatan kuartal Juli sebesar US$ 8 miliar.
Baca Juga
Geser Microsoft, Nvidia Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia dengan ‘Market Cap’ US$ 3,77 Triliun
Dikutip dari Reuters, Sabtu (9/8/2025), CEO Nvidia, Jensen Huang, dilaporkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/8/2025) lalu. Meski Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi, tetapi kuat dugaan bahwa pertemuan tersebut merupakan lobi dari Huang kepada Trump.
Lebih lanjut, Nvidia mengungkap pada Juli bahwa pihaknya telah mengajukan izin kepada pemerintah AS untuk melanjutkan penjualan GPU H20 ke China, dan telah mendapat jaminan lisensi akan segera diberikan. Namun, belum jelas jumlah lisensi yang sudah diterbitkan, kepada perusahaan mana H20 akan dikirim, serta nilai total pengiriman yang diizinkan.
Perusahaan pada April lalu memperkirakan beban keuangan akibat pembatasan H20 mencapai US$ 5,5 miliar. Namun, pada Mei, jumlah beban kuartal pertama turun US$ 1 miliar dari perkiraan karena sebagian material berhasil digunakan kembali.
Langkah AS ini tidak mengubah fakta bahwa ekspor cip AI canggih lainnya, selain H20, tetap dibatasi. Kebijakan pembatasan cip ke China telah dijalankan oleh pemerintahan AS berturut-turut guna menghambat pengembangan AI dan pertahanan Beijing. Meski membatasi potensi penjualan, pasar China tetap menjadi penyumbang penting pendapatan bagi produsen cip AS.
Baca Juga
Bangga! Indonesia Negara ASEAN Pertama yang Jalankan Chip Canggih NVIDIA GV200
Huang sebelumnya memperingatkan, posisi kepemimpinan Nvidia di industri bisa tergelincir tanpa akses penjualan ke China, mengingat pengembang di negara itu kini mulai dilirik Huawei Technologies dengan cip buatan lokal.
H20 mencatat penjualan US$ 4,6 miliar pada kuartal pertama tahun ini. China menyumbang 12,5% dari total pendapatan Nvidia pada periode yang sama.
Bulan lalu, Nvidia juga menegaskan produknya tidak memiliki backdoor atau pintu belakang yang memungkinkan akses atau kendali jarak jauh, menyusul kekhawatiran keamanan yang dilontarkan China terhadap cip H20.

