Dicap 'Bobrok' dan Tak Aman, Chip H20 Nvidia Tuai Kritik Pedas dari Media China
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id - Chip kecerdasan buatan (AI) H20 milik Nvidia kembali menjadi sorotan di China. Kali ini kritik datang dari akun media sosial yang terafiliasi dengan penyiaran nasional, China Central Television (CCTV).
Lewat artikel di WeChat, akun Yuyuan Tantian menyebut H20 memiliki potensi “backdoor” atau pintu belakang yang dapat digunakan untuk melakukan remote shutdown pada perangkat. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan ancaman keamanan, tidak ramah lingkungan, dan tertinggal secara teknologi.
“Ketika sebuah chip tidak ramah lingkungan, tidak maju, dan tidak aman, sebagai konsumen, tentu kita punya pilihan untuk tidak membelinya,” tulis artikel tersebut, dilansir dari Reuters, Senin (11/8/2025).
H20 dirancang khusus untuk pasar Negeri Tirai Bambu setelah pemerintah AS menerapkan pembatasan ekspor chip AI canggih pada akhir 2023. Pada April 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump sempat melarang penjualannya di tengah memanasnya tensi dagang dengan Beijing, namun larangan itu dicabut pada Juli.
Kecurigaan terhadap keamanan chip H20 muncul sejak 31 Juli lalu, ketika badan pengawas dunia maya China memanggil Nvidia untuk menjelaskan dugaan adanya risiko keamanan terkait “backdoor”, yakni metode tersembunyi yang dapat melewati otentikasi atau kontrol keamanan normal.
Baca Juga
AS Dilaporkan Beri 'Lampu Hijau' Nvidia Ekspor Cip AI H20 ke China
Nvidia pun langsung membantah dugaan tersebut. Meski begitu, Yuyuan Tantian tetap mengklaim chip Nvidia dapat melakukan fungsi seperti remote shutdown melalui perangkat keras.
Pernyataan ini memperkuat kritik sebelumnya dari media resmi Partai Komunis China, yang menuntut Nvidia memberikan “bukti keamanan yang meyakinkan” demi menghapus kekhawatiran pengguna di China dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Kritik ini terjadi hanya dua hari selang Departemen Perdagangan AS mulai menerbitkan lisensi bagi Nvidia untuk mengekspor chip H20 ke China. Nvidia sebelumnya memperingatkan larangan H20 akan memangkas penjualan hingga miliaran dolar.
Sebagai pengingat, China merupakan pasar strategis bagi Nvidia dengan menyumbang 12,5% pendapatan perusahaan pada kuartal pertama tahun ini. Namun, pembatasan ekspor yang diterapkan berturut-turut oleh pemerintahan AS telah mempersulit produsen chip itu memenuhi lonjakan permintaan AI di negara tersebut.
Belum jelas sejauh mana tuduhan ini akan memengaruhi penjualan H20. Di sisi lain, Nvidia juga harus mengamankan kembali posisinya di Negeri Tirai Bambu yang kini mulai dilirik oleh produsen lokal seperti Huawei.

