Bangga! Indonesia Negara ASEAN Pertama yang Jalankan Chip Canggih NVIDIA GV200
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia resmi menjadi negara pertama di kawasan ASEAN yang menjalankan chip superkomputer NVIDIA GV200 secara aktif. Chip ini merupakan bagian dari arsitektur terbaru Blackwell yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI generatif, deep learning, dan high-performance computing (HPC).
Chip GV200 diketahui telah dioperasikan di AI Factory milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang berlokasi di Jakarta. Hal ini diungkapkan dalam peluncuran Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE).
“GV200 sudah aktif di data center kami di Jakarta. Ini bukan sekadar rencana, tapi sudah ada dan dijalankan oleh 98% talenta Indonesia,” ungkap SVP Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Baca Juga
Geser Microsoft, Nvidia Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia dengan ‘Market Cap’ US$ 3,77 Triliun
Sementara itu, CEO Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), Vikram Sinha, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain utama dalam ekosistem AI global.
“Banyak yang meragukan apakah Indonesia punya kemampuan mengoperasikan GV200. Hari ini kami buktikan bahwa kita bisa dan kita siap,” katanya.
Sebagai informasi, GV200 adalah chip kelas atas dari generasi Blackwell, dan menjadi salah satu prosesor AI paling kuat di dunia saat ini. Teknologi ini memungkinkan pelatihan model bahasa besar (LLM), simulasi ilmiah, dan pemrosesan data berskala besar secara efisien.
Pengoperasian chip ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Digital 2045, yang salah satu fokusnya adalah penguasaan dan pemerataan teknologi AI.
Baca Juga
Indosat Business Rilis Vision AI, Tawarkan Kamera Cerdas untuk Efisiensi dan Keamanan Bisnis
Indosat menyatakan bahwa lebih dari 30 institusi dari berbagai sektor telah terhubung dengan AI Factory, termasuk sektor keuangan, pemerintahan, pertambangan, hingga pendidikan. Sementara bagi Nvidia, langkah ini akan mempercepat pengembangan solusi berbasis AI untuk masyarakat luas.
“Yang paling membahagiakan adalah saat kita melihat AI digunakan untuk layanan publik, pendidikan, dan sektor strategis lainnya,” ujar Ronnie.
Kehadiran AI Factory dan chip GV200 nantinya akan menjadi tulang punggung transformasi digital nasional yang inklusif dan aman. Dalam waktu dekat, AI CoE juga akan memperluas program pelatihan, riset, serta akselerasi startup berbasis AI.

