AS Beri 'Lampu Hijau' Nvidia Ekspor Chip AI H200 ke China
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengizinkan Nvidia mengekspor chip AI canggih H200 ke China setelah mendapat persetujuan dari Departemen Perdagangan. Kebijakan ini berlaku untuk pelanggan yang telah diverifikasi dengan ketentuan pemerintah mengambil potongan 25% dari penjualan.
Langkah ini kontras dengan sikap keras Kongres AS yang ingin memperketat pembatasan ekspor chip tingkat lanjut. Dua senator, Pete Ricketts dan Chris Coons, mengajukan RUU SAFE Chips Act yang akan “mewajibkan penolakan izin ekspor chip AI ke China selama 30 bulan.”
Keputusan AS Donald Trump menjadi penentu setelah seminggu sebelumnya Menteri Perdagangan Howard Lutnick menyebut keputusan final ada di tangan Trump. Nvidia pun menyambut keputusan tersebut dan menyatakan,
“Kami mengapresiasi keputusan Presiden Trump yang menjaga industri chip Amerika tetap kompetitif," ungkap perusahaan dikutip dari TechCrunch, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Trump Larang Ekspor Cip AI Nvidia Blackwell ke China dan Negara Lain
Sekadar informasi, H200 merupakan chip canggih saat ini. Namun demikian, pembatasan ini dinilai tetap menjaga keunggulan teknologi AS sambil membuka peluang komersial yang signifikan.
Pasar chip AI China sebelumnya sempat terguncang setelah regulator siber negara itu melarang perusahaan lokal membeli chip Nvidia pada September. Larangan itu membuat industri teknologi bergantung pada chip dari Huawei dan Alibaba yang kemampuannya masih jauh di bawah H200.
Keputusan ekspor ini sangat signifikan bagi industri AI global karena kekurangan chip telah menjadi hambatan inovasi sepanjang 2024–2025. Laporan berbagai lembaga riset menyebutkan kelangkaan GPU menyebabkan antrean pelatihan model AI menumpuk hingga berbulan-bulan dan menekan kapasitas riset perusahaan rintisan.
Dengan dibukanya kembali akses pasar China, volume produksi H200 global diperkirakan meningkat sehingga harga chip bisa stabil pada semester II 2026. Banyak analis menilai tambahan permintaan China akan meningkatkan insentif bagi Nvidia dan pemasok fabrikasi untuk memperluas kapasitas manufaktur secara agresif.

