Usai Tekanan Berat di Masa Pandemi, Perumnas Catat Laba Rp 12 Miliar di 2024
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) mencatatkan perbaikan kinerja selama tiga tahun terakhir, usai menghadapi tantangan berat akibat pandemi Covid-19. Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor perumahan ini sukses membalikkan kondisi keuangan dari rugi menjadi laba, sekaligus mencatat pertumbuhan di sejumlah indikator utama.
Plt Direktur Utama Perumnas Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak mengungkapkan, secara rata-rata tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) dari 2022 hingga 2024, pendapatan Perumnas tumbuh 5,6%. Di lain sisi, beban keuangan yang selama ini menjadi tekanan utama perusahaan mulai menunjukkan tren menurun.
“Total pinjaman kami yang tadinya Rp 5,1 triliun di 2022, pada 2024 sudah turun menjadi Rp 4,7 triliun. Sehingga, kewajiban membayar bunganya juga turun dari Rp 378 miliar di tahun 2022, menjadi Rp 356 miliar di 2024,” ujarnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Perum Perumnas dan PT Pembangunan Perumahan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga
Kritik Perumnas, Wamen Fahri Usul Lembaga Mirip Bulog untuk Tekan Harga Rumah Subsidi
Menurut Tambok, penurunan beban bunga ini menjadi salah satu kunci dari perbaikan laba bersih yang diperoleh Perumnas. “Kami terus berupaya untuk menurunkan (beban bunga), karena ini merupakan beban paling besar bagi kami. Sehingga akibatnya, total laba di bottome line-nya kami dari negatif Rp 430 miliar pada 2022 menjadi hari ini positif sedikit lah di Rp 12 miliar,” katanya.
Ia mengakui, perjuangan Perumnas belum selesai, namun kini pihaknya sudah berada di jalur pertumbuhan positif. Salah satunya tercermin dari peningkatan jumlah unit rumah yang dibangun.
“Total unit terbangun kami juga dari 2022 ke 2024 tumbuh 14,7%, dari 4.250 unit pada 2022 menjadi 6.416 unit di tahun lalu,” ucap Tambok.
Baca Juga
Genjot 3 Juta Rumah, Kementerian PKP-Perumnas Siapkan Lahan untuk 150.152 Hunian
Perumnas membangun baik rumah tapak (landed house) maupun rumah susun (high rise) dengan proporsi rumah susun yang meningkat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
“Karena keterbatasan lahan memang, rumah susun, terutama di kota, Jakarta, jumlahnya bertambah. Karena masyarakat kita perlu akses dekat dengan tempat kerja. Memang di kami tempatnya agak diujung Jakarta, tapi terkoneksi dengan kereta api,” ujar Tambok.

