RI Butuh Nuklir untuk Capai Swasembada Energi, tetapi Harus Perhatikan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat ekonomi energi Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto menyebut, Indonesia membutuhkan semua potensi energi baru terbarukan (EBT) untuk mewujudkan swasembada energi yang menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Tak terkecuali potensi energi nuklir.
Menurut dia, bukan hal yang salah untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Apalagi, Indonesia memang memiliki potensi untuk memanfaatkan energi tersebut.
“Iya, diperlukan (nuklir) untuk menambah kapasitas pembangkit EBT. Semua potensi EBT kan pada dasarnya mesti dioptimalkan,” kata Pri Agung saat dihubungi Investortrust, Senin (7/7/2025).
Baca Juga
Pertamina NRE Siap Berkontribusi pada Proyek PLTN di Sumatera dan Kalimantan
Kendati demikian, dia menekankan bahwa ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan dalam pengembangan PLTN ini. Salah satunya adalah aspek kesehatan (health), keselamatan (safety), keamanan (security), dan lingkungan (environment) atau yang dikenal dengan HSSE.
“Ini yang harus menjadi perhatian utama. Semua mesti commit dan disiplin untuk bisa mencapai zero accident serta mesti siap dan konsekuen dengan keadaan emergency yang tidak diinginkan jika terjadi,” tegasnya.
Pri Agung tidak memungkiri bahwa pemanfaatan nuklir menjadi energi listrik merupakan hal baru bagi Indonesia, sehingga masih harus banyak belajar sebelum mengimplementasikan. Untuk itu, penting belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih mendalami energi nuklir ini.
“Sebagaimana teknologi lainnya yang juga kompleks, selalu ada risiko inheren yang melekat pada setiap pengembangan dan penggunaan teknologi. Tidak terkecuali nuklir untuk PLTN,” ucap Pri Agung.
Baca Juga
Pertamina NRE Kaji Studi Kelayakan Pembangunan Pembangkit Nuklir
Diketahui, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, direncanakan pembangunan PLTN dengan kapasitas sebesar 500 megawatt (MW). Dari porsi tersebut, 250 MW akan dibangun di Kalimantan, dan 250 MW dibangun di Sumatera.
Pengembangan PLTN ini akan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi. Direncanakan, pembangunan PLTN ini rampung pada 2032.
“Rencana kita di 2032 sudah selesai. Jadi mungkin pembangunannya itu kan 4-5 tahun. Jadi mungkin 2027 sudah mulai on kerjanya. Namun, kita mulai dengan small dahulu. 250 MW-250 MW. Kalau ini sudah bagus, baru kita mainkan,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

