Mentan: Target Prabowo untuk Swasembada Pangan 2029, tetapi Insyaallah Tahun Ini Tercapai
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimisme tinggi bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai tahun ini.
“Hari ini tanggal 2 Desember, tinggal 28 hari. Doakan. Tanggal 31 Desember pukul 12.00, insyaallah Indonesia swasembada pangan, dan tercepat dalam sejarah. Target presiden empat tahun, insya Allah tahun ini tercapai,” ujar Amran dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Keyakinan tersebut didasarkan pada capaian produksi pangan nasional yang menunjukkan kinerja terbaik dalam beberapa dekade terakhir. Amran mengungkapkan bahwa selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, produksi pangan Indonesia melonjak signifikan. “Alhamdulillah, setelah satu tahun berjalan, produksi kita tertinggi selama tujuh tahun. Ini adalah data BPS (Badan Pusat Statistik), ini adalah data FAO (Food and Agriculture Organization),” kata Amran.
Baca Juga
Pemerintah Diminta Usut Masuknya 250 Ton Beras Ilegal dari Thailand ke Indonesia
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Indonesia mencatat lompatan produksi yang menempatkan negara ini di posisi kedua tertinggi di dunia, tepat di bawah Brasil. FAO memprediksi produksi beras Indonesia bakal mencetak rekor 35,6 juta ton.
Proyeksi serupa disampaikan oleh United States Department of Agriculture (USDA). Pada April 2025 lalu, saat musim tanam baru dimulai, USDA memperkirakan produksi Indonesia akan mencapai 34,6 juta ton.
Prediksi itu terbukti akurat. Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa realisasi produksi nasional mencapai 34,7 juta ton, hanya berselisih 0,1 juta ton dari proyeksi USDA. “Ini luar biasa. Namun, capaian ini bukan saya, ini hasil kerja keras kita semua, termasuk Kadin. Ada yang cetak sawah, ada yang oplah. Ini kerja kolektif anak bangsa,” tegas Amran.
Lebih jauh, Amran menyebutkan bahwa stok beras Indonesia saat ini berada dalam posisi historis. Stok beras Indonesia tercatat berada di posisi tertinggi selama 57 tahun, sejak 1969, yaitu 4,2 juta ton.
Baca Juga
Amran mengungkapkan bahwa keberhasilan Indonesia menarik perhatian dunia. Sejumlah negara maju yang sebelumnya tak pernah berkunjung, kini datang khusus untuk mempelajari strategi peningkatan produksi pangan Indonesia.
“Malaysia sudah menyampaikan apresiasi. Jepang, Menteri Pertaniannya yang belum pernah datang sejak Indonesia merdeka, datang bertanya, bibit apa yang kita pakai. Jepang sedang kesulitan, mereka ingin belajar. Kami jelaskan, ini transformasi dari pertanian tradisional ke modern, termasuk penggunaan benih tahan kekeringan,” tutur Amran.

