Tertibkan Truk ODOL, Pemerintah Pasang 11 Jembatan Timbang Elektronik di Tol
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan penambahan 11 jembatan timbang elektronik atau sistem weight in motion (WIM) di ruas-ruas tol guna menertibkan truk obesitas alias seiring dengan kebijakan zero over dimension over load (ODOL) 2026.
“Alhamdulillah, komitmen Jasa Marga dalam hal ini Pak Rivan (Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono) mendukung apa yang kita lakukan sekarang, yaitu menegakkan pengaturan atau penanganan ODOL dengan memasang jembatan weight in motion, yang saat ini ada tujuh, kita mau tambah 11 (jembatan timbang elektronik),” ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat media gathering di salah satu restoran di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Baca Juga
Usul Jalur Logistik Khusus, Aptrindo: Efisiensi Naik dan Jalan Umum Aman dari ODOL
Menurutnya, sistem jembatan timbang elektronik ini dapat mengurangi praktek pungutan liar (pungli). “Kita juga menggunakan jembatan weight in motion untuk menutup celah pungli atau mengurangi interaksi antara sopir dan petugas. Itulah yang kita harapkan,” ujar Dudy.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rivan Achmad Purwantono menambahkan bahwa pihaknya telah memiliki tujuh sistem WIM yang terpasang di sejumlah ruas tol perusahaan. Namun, lanjutnya, rencana penambahan jembatan timbang elektronik masih harus dikaji bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU.
Baca Juga
Kadin: Peta Jalan Zero ODOL Harus Perhitungkan Segmen Industri
“Kami mencoba penerapan weight in motion yang berada di tujuh lokasi, dan kemudian sekarang mulai kami capture (ambil foto melalui ETLE) kalau ada yang over load over dimension itu,” jelas dia.
Dikatakan Rivan, Jasa Marga memasang sistem WIM di Gerbang Tol (GT) Karang Tengah Tol Jakarta-Tangerang, GT Cakung Tol Jakarta-Cikampek (Japek), dan GT Ciawi Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).
“Ada lagi Tol Semarang Seksi C KM 438 ada, dan (Ruas Tol) Ngawi-Kertosono karena Kertosono adalah kawasan industri dari Krian dan sebagainya, dan terakhir di (ruas tol) Surabaya-Gempol,” pungkas Rivan.

