Berantas ODOL dan Cegah Pungli, 40 Alat Timbang Canggih Terpasang di Tol Trans Jawa dan Sumatera
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah memperkuat upaya pemberantasan kendaraan over dimension over load (ODOL) di jalan tol dengan memasang alat timbang kendaraan alias weight in motion (WIM). Hingga saat ini, total 40 titik WIM telah terpasang di ruas tol Trans-Jawa dan Sumatra.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menjelaskan, di ruas tol Sumatra telah terpasang 26 titik WIM. Dari jumlah tersebut, 14 titik sudah terintegrasi dengan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) milik kepolisian serta sistem BLU dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Sedangkan untuk ruas jalan tol yang beroperasi di Pulau jawa telah dilakukan pemasangan weight in motion dengan total 14 titik, di antaranya 5 titik telah terintegrasi dengan ETLE dan BLU," jelas Dody saat rapat panja SPM jalan tol bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Dody berharap pemasangan WIM ini dapat menjadi instrumen penting dalam pengawasan kendaraan ODOL guna mendukung keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalan tol.
Baca Juga
'Bye' Pungli dan ODOL, Kemenhub Siapkan Jembatan Timbang Digital Anti-Kongkalikong
Secara terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan rencana pembubaran jembatan timbang yang selama ini digunakan untuk mengukur muatan berlebih pada truk. Keputusan ini dipertimbangkan karena jembatan timbang dinilai rawan praktik pungutan liar (pungli).
Menurut Dudy, saat ini tersedia teknologi yang lebih efektif untuk memantau muatan dan berat truk dalam rangka penegakan kebijakan zero ODOL, salah satunya teknologi WIM. “Paling ekstrem, kalau ada pungli (pungutan liar), jembatan timbang akan kita tutup karena sekarang sudah ada teknologi yang digunakan Jasa Marga,” kata Dudy beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) untuk menerapkan teknologi WIM di jalan tol. Data pelanggaran yang terekam nantinya dapat segera ditindaklanjuti. “Dengan kerja sama ini, sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan jembatan timbang,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian PU tengah menyiapkan penambahan 11 jembatan timbang elektronik atau sistem WIM di ruas-ruas tol guna menertibkan truk obesitas alias seiring dengan kebijakan zero ODOL.
“Alhamdulillah, komitmen dari Jasa Marga dalam hal ini Pak Rivan (Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono) mendukung apa yang kita lakukan sekarang, yaitu menegakkan pengaturan atau penanganan ODOL dengan memasang jembatan WIM, yang saat ini ada tujuh, kita mau tambah 11 (jembatan timbang elektronik),” ungkap Dudy Purwagandhi kepada media di Jakarta, Kamis (26/6/2025) lalu.
Menurutnya, sistem jembatan timbang elektronik ini dapat mengurangi praktik pungutan liar (pungli). “Kita juga menggunakan jembatan weight in motion untuk menutup celah terjadinya pungli atau mengurangi interaksi antara supir dan petugas. Itulah yang kita harapkan,” ujar Dudy.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, menambahkan bahwa perseroan telah memiliki tujuh sistem WIM yang terpasang di sejumlah ruas tol perusahaan. Namun, lanjutnya, rencana penambahan jembatan timbang elektronik masih harus dikaji bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU.
Baca Juga
KTB: Zero-ODOL Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Industri Kendaraan Niaga
“Kami mencoba penerapan WIM yang berada di tujuh lokasi, dan kemudian sekarang mulai kami capture (ambil foto melalui ETLE, red) kalau ada yang over load over dimension itu,” jelas dia.
Dikatakan Rivan, Jasa Marga memasang sistem WIM di Gerbang Tol (GT) Karang Tengah Tol Jakarta – Tangerang, GT Cakung Tol Jakarta – Cikampek (Japek), dan GT Ciawi Tol Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi).
“Adalagi Tol Semarang Seksi C KM 438 ada, dan (Ruas Tol) Ngawi – Kertosono karena Kertosono adalah kawasan industri dari Krian dan sebagainya, dan terakhir di (ruas tol) Surabaya – Gempol,” pungkas Rivan.

