Harga Minyak Terendah dalam 4 Tahun karena Perang Dagang dan Sentimen Arab Saudi
NEW DELHI, Investortrust.id - Harga minyak dunia hari ini Senin (7/4/2025) anjlok setelah Arab Saudi memangkas harga minyak andalannya terbesar dalam lebih 2 tahun dan meningkatnya risiko perang dagang yang memicu kekhawatiran resesi global. Dampak lebih lanjut akan menekan permintaan energi.
Harga minyak Brent acuan global turun hampir 4% menjadi US$ 63,01 per barel, level terendah dalam 4 tahun. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) acuan AS berada di bawah US$ 60,63.
Pelemahan harga minyak WTI setelah Saudi Aramco menurunkan harga minyak mentah Arab Light Mei kepada pembeli terbesarnya di Asia, beberapa hari setelah OPEC+ mengumumkan kenaikan produksi signifikan.
Baca Juga
Terendah Sejak 2021, Harga Minyak AS Terjun Bebas di Bawah US$ 60 Akibat Kekhawatiran Resesi
"Pasar mengawali minggu ini masih dalam suasana panik. Tidak ada yang berani mengambil posisi terendah dan menghalangi tsunami penjualan," kata Pendiri Vanda Insights Vandana Hari di Singapura dilansir Bloomberg.
Minyak — bersama komoditas industri dan pertanian lainnya, serta ekuitas — turun tajam karena tarif dagang Presiden AS Donald Trump, ditambah pembalasan Tiongkok, sehingga menghancurkan aset berisiko.
Pelemahan minyak mentah diperburuk langkah aliansi OPEC+ yang meningkatkan produksi lebih dari yang diharapkan. Kombinasi risiko permintaan minyak ditambah produksi tambahan, menimbulkan kekhawatiran surplus global.
Baca Juga
Anjlok 6%, Harga Minyak Capai Level Terendah dalam Lebih dari Tiga Tahun
"Semua aset berisiko akan terus turun hingga Trump mengatakan atau memberi sinyal sesuatu yang mendorong investor menilai kembali ketakutan terhadap resesi," kata Hari.
Trump telah menekan OPEC+ untuk memangkas harga minyak dalam rangka mengurangi inflasi dan meningkatkan tekanan pada Rusia guna mengakhiri perang di Ukraina.
Arab Saudi juga memangkas harga untuk AS dan Eropa, meskipun penurunannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pembeli Asia.

