Terendah Sejak 2021, Harga Minyak AS Terjun Bebas di Bawah US$ 60 Akibat Kekhawatiran Resesi
CHICAGO, Investortrust.id - Harga minyak Amerika Serikat (AS) terjun bebas turun di bawah US$ 60 per barel pada Minggu (6/4/2025) waktu AS di tengah kekhawatiran tarif impor Presiden Donald Trump yang mendorong AS dan dunia, ke dalam jurang resesi.
Dilansir CNBC, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WATI) acuan AS turun lebih 3% menjadi US$ 59,78 pada Minggu malam. Penurunan ini terjadi setelah pelemahan berturut-turut sebesar 6% pada minggu lalu. WTI kini berada pada level terendah sejak April 2021.
Kekhawatiran investor meningkat bahwa tarif dagang dapat menyebabkan harga lebih tinggi bagi bisnis, yang dapat mengakibatkan perlambatan aktivitas ekonomi. Dampak lebih lanjut akan menekan permintaan minyak.
Baca Juga
Kesal dengan Putin, Trump Ancam Negara yang Beli Minyak dari Rusia
Menurut JPMorgan, tarif impor yang akan mulai berlaku minggu ini kemungkinan akan mendorong ekonomi AS dan kemungkinan global ke dalam resesi pada 2025. Perusahaan tersebut pada Kamis (3/4/2025) menaikkan peluang resesi tahun ini menjadi 60% setelah penerapan tarif, atau naik dari 40%.
Smeentara harga emas global hari ini Senin (7/4/2025) anjlok di bawah level US$ 3.000 per ons setelah mencapai rekor tertinggi melewati level US$ 3.100 minggu lalu.
Harga emas diperdagangkan pada harga US$ 2.981,69 per ons pada pukul 09.07 pagi waktu Singapura, karena investor menjual logam mulia untuk menutupi kerugian mereka dari kemerosotan pasar saham.
Adapun bursa saham Asia Pasifik longsor memperpanjang aksi jualnya pada Senin (7/4/2025) karena kekhawatiran perang dagang global yang dipicu tarif impor Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Anjlok 6%, Harga Minyak Capai Level Terendah dalam Lebih dari Tiga Tahun
Dilansir dari CNBC, bursa saham Hong Kong memimpin penurunan di kawasan tersebut, dengan Indeks Hang Seng turun 10,21% pada pukul 09.52 waktu setempat pada Senin. Sementara itu, Indeks Teknologi Hang Seng Hong Kong anjlok 12,11%.
Sedangkan indeks CSI 300 di Tiongkok daratan turun 4,82%. Adapun indeks acuan Taiex Taiwan anjlok 9,62% menjadi 19.249,82 pada pukul 09.37 waktu setempat, level terendah sejak Maret 2024.
Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 turun 6,38% hingga menyentuh level terendah dalam 18 bulan. Sementara indeks Topix anjlok 6,52%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 4,32%, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,52%.

