Nasib TikTok Masih Gantung, Trump Perpanjang Tenggat Waktu hingga Juni
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperpanjang tenggat waktu bagi TikTok untuk menjual operasinya di AS. Trump memberikan tambahan waktu selama 75 hari atau hingga pertengahan Juni 2025. Aplikasi asal China itu bakal diblokir di seluruh wilayah Amerika Serikat jika kembali tidak menemukan kesepakatan.
Dalam pernyataan di platform Truth Social, Trump menyampaikan keinginannya agar aplikasi video pendek itu tetap dapat diakses oleh masyarakat AS.
“Kami tidak ingin TikTok menghilang begitu saja,” tulis Trump, dikutip Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga
Akibat Tarif Trump, China Tolak Rencana Penjualan TikTok di AS
TikTok saat ini dimiliki oleh perusahaan teknologi China, ByteDance, dan memiliki lebih dari 170 juta pengguna aktif di AS. Berdasarkan undang-undang yang disahkan tahun lalu, ByteDance diberi waktu 6 bulan untuk melepas kendali penuh jika ingin TikTok tetap beroperasi di Negeri Paman Sam.
ByteDance mengonfirmasi telah melakukan diskusi dengan pemerintah AS, tetapi belum mencapai titik temu sampai saat ini.
“Ada beberapa hal penting yang masih perlu diselesaikan. Kesepakatan apa pun harus disetujui berdasarkan hukum China,” ujar juru bicara ByteDance kepada BBC.
Diberitakan, kesepakatan penjualan TikTok dikabarkan hampir rampung pada Rabu lalu, sebelum Trump mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap sejumlah negara, termasuk China. Sumber menyebut, keputusan tersebut membuat Beijing geram dan menarik dukungannya terhadap rencana penjualan.
Trump menjelaskan kebijakan tarif adalah bagian dari strategi nasional untuk menjaga keamanan ekonomi AS.
“Tarif adalah alat ekonomi paling kuat yang kami miliki, dan sangat penting untuk keamanan nasional,” bela Trump.
China saat ini menghadapi tarif impor hingga 54% atas produk yang masuk ke AS dan telah merespons dengan menaikkan tarif menjadi 34% terhadap produk asal AS. Pemerintah China melalui kedutaannya di Washington menyatakan mereka menolak praktik yang melanggar prinsip ekonomi pasar.
Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft, Blackstone, dan Andreessen Horowitz disebut-sebut sebagai calon pembeli yang tengah berdiskusi dengan pemerintah AS. Salah satu skenario yang dibahas adalah mendirikan entitas baru yang berbasis di AS dan mengurangi kepemilikan ByteDance hingga di bawah 20%.
Baca Juga
Amazon hingga Pendiri OnlyFans Ajukan Proposal Beli TikTok Jelang Tenggat Waktu
Trump juga membuka peluang negosiasi lanjutan dengan China terkait tarif, dengan harapan dapat memperlancar kesepakatan penjualan TikTok.
“Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan China dengan iktikad baik. Saya tahu mereka tidak senang dengan tarif resiprokal yang kami berlakukan,” jelasnya.
Dengan tenggat baru yang ditetapkan hingga pertengahan Juni 2025, nasib TikTok di AS kian tak pasti. Namun, Trump memastikan pemerintahannya akan terus mencari jalan terbaik agar platform itu bisa tetap hadir bagi masyarakat AS tanpa mengancam keamanan nasional. (C-13)

