Amazon hingga Pendiri OnlyFans Ajukan Proposal Beli TikTok Jelang Tenggat Waktu
WASHINGTON, investortrust.id – Tiga perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS), yakni Amazon, AppLovin, dan konsorsium yang dipimpin oleh pendiri OnlyFans, Tim Stokely, resmi mengajukan penawaran untuk mengakuisisi TikTok. Ketiganya bergerak cepat sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintah AS pada Sabtu (5/4/2025) besok.
Dilansir dari Reuters, Jumat (4/4/2025), AppLovin menjadi nama terbaru yang mengajukan proposal pembelian terhadap aset TikTok di luar China. Dalam pengajuan resminya, AppLovin menyebut tawaran tersebut masih bersifat awal dan belum ada kepastian apakah transaksi akan terjadi.
Baca Juga
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan geopolitik terhadap TikTok dan induknya, ByteDance. Pemerintah AS mewajibkan TikTok dijual kepada perusahaan non-China demi alasan keamanan nasional.
Menurut laporan Bloomberg, TikTok kini digunakan oleh lebih dari 170 juta warga AS. Popularitas masif ini menjadikan TikTok salah satu aset digital paling strategis dalam persaingan pengaruh antara AS dan China.
Kepala Investasi di Running Point Capital, Michael Ashley Schulman menilai akuisisi TikTok bisa mempercepat transformasi AppLovin menjadi pemain besar di industri periklanan global. Namun, ia juga mengingatkan tantangan regulasi dan geopolitik tetap menjadi risiko signifikan bagi para investor.
Di sisi lain, Amazon disebut tengah menjajaki peluang untuk mengambil alih TikTok guna memperluas ekosistem digitalnya. Jika berhasil, perusahaan milik Jeff Bezos itu bisa semakin memperkuat posisinya di sektor media sosial hingga social commerce.
Sementara itu, pendiri OnlyFans, Tim Stokely, juga memimpin konsorsium terpisah yang ikut tertarik membeli TikTok. Meski belum banyak informasi yang diberikan ke publik, keterlibatan Stokely membawa warna tersendiri dalam persaingan akuisisi ini.
ByteDance dan TikTok sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi terkait deretan calon pembeli yang bermunculan. Namun tekanan terhadap perusahaan asal China itu terus meningkat seiring diberlakukannya undang-undang AS yang mewajibkan divestasi TikTok sebelum 19 Januari 2025.
Baca Juga
Oracle Ingin Akuisisi TikTok dengan Skema Baru, Pemerintah China Enggan Beri Restu
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan terbuka terhadap skenario di mana China menyetujui penjualan TikTok dengan imbalan pelonggaran tarif impor. Hal ini menandakan bahwa TikTok telah menjadi bagian dari strategi diplomasi dagang Negeri Paman Sam terhadap Negeri Tirai Bambu.
Trump tetap optimistis bahwa TikTok akan segera mendapatkan pembeli dari luar China. Jika hingga tenggat 5 April belum menghasilkan kepastian, Trump juga menyatakan siap mempertimbangkan penundaan penegakan hukum terhadap TikTok. (C-13)

