Bagikan

Saham Perusahaan Teknologi dan Otomotif di AS Rontok Akibat Tarif Trump

WASHINGTON, investortrust.id - Kebijakan tarif impor yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengguncang pasar saham global. Dampak besar turut menimpa sejumlah perusahaan teknologi dan otomotif di bursa saham AS.


Dilansir dari Reuters, Kamis (3/4/2025), Apple menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak dengan penurunan saham 6,1%. Pasalnya, lebih 90% produksi Apple berbasis di China, yang dikenai tarif sebesar 54% dalam kebijakan terbaru ini. 

Baca Juga

Bahana: Tarif Trump Akan Pengaruhi Rupiah dan Fundamental Neraca Pembayaran

Sektor semikonduktor juga menghadapi tekanan besar. Meski tidak termasuk dalam daftar barang yang dikenai tarif resiprokal, produk-produk yang menggunakan cip, seperti personal computer (PC), smartphone, dan kendaraan akan terkena tarif tinggi. 

Disebutkan bahwa AS mengimpor sekitar US$ 82 miliar semikonduktor dari Malaysia, Taiwan, dan Thailand tahun lalu. Sementara impor mesin pemrosesan data, seperti PC dan server mencapai US$ 200 miliar. Hasilnya, ETF Semikonduktor iShares turun 3,2% akibat kekhawatiran investor terhadap rantai pasokan global.

Pada sektor otomotif, saham General Motors (GM) mengalami penurunan 2%, sementara Tesla anjlok sekitar 5%. Kenaikan tarif impor meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menurunkan daya saing kendaraan yang dibuat di luar AS. 

Baca Juga

Dampak Tarif Trump ke Pasar Modal Dipercaya Kecil, Ini Penopang IHSG Pekan Depan

Para analis memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat menghambat pertumbuhan industri otomotif global dan menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan. Tak cuma itu, tarif ini berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi lebih luas.

"Bisnis akan berhati-hati dalam berinvestasi, hanya akan menjalankan proyek-proyek penting. Ini bisa memicu perlambatan ekonomi yang lebih besar di AS dan mungkin secara global," ujar Kepala Strategi Pasar di JonesTrading, Michael O'Rourke.

Di sisi lain, imbas aturan ini membuat banyak mitra dagang AS mengancam melakukan pembalasan, yang dapat memperburuk situasi. Dengan ketidakpastian yang tinggi, para analis memperkirakan volatilitas pasar akan terus berlanjut dalam waktu dekat. (C-13)

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024