Saham Farmasi Asia Rontok Usai Pengumuman Tarif Baru Trump
Poin Penting
- Indeks Farmasi Topix turun 1,47% pasca pengumuman tarif AS.
- Saham Sumitomo anjlok 5,33%, Chugai -3,64%, Daiichi Sankyo -2,11%.
- Tekanan juga terjadi di Samsung Biologics, SK Bio, Alibaba Health, dan JD Health.
- Investor Asia cermati kombinasi tarif Trump, data inflasi Tokyo, dan yield Treasury AS yang naik ke 4,2%.
TOKYO, investortrust.id - Saham perusahaan farmasi Asia turun pada Jumat (26/9/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru pada furnitur, truk berat, dan produk farmasi.
Mulai 1 Oktober, “produk farmasi bermerek atau berpaten” akan dikenakan bea masuk 100%, kecuali bagi perusahaan yang membangun pabrik manufaktur obat di AS, tulis Trump dalam unggahan Truth Social.
Baca Juga
Trump Kenakan Tarif 100% Produk Farmasi Mulai 1 Oktober, Tekan Produsen Obat Bangun Pabrik di AS
Indeks Farmasi Topix anjlok 1,47% setelah pengumuman tersebut. Daiichi Sankyo dan Chugai Pharmaceutical termasuk di antara perusahaan yang memimpin pelemahan, masing-masing turun 2,11% dan 3,64%. Sumitomo Pharma melanjutkan penurunan, anjlok 5,33%.
Dikutip dari CNBC, saham farmasi Korea Selatan berkapitalisasi besar seperti Samsung Biologics dan SK Bio Pharmaceuticals masing-masing turun 1,71% dan 3,71%.
Perusahaan farmasi yang terdaftar di Hong Kong juga melemah. Alibaba Health Information Technology dan JD Health termasuk dalam daftar penurun terbesar, masing-masing turun 2,92% dan 2,23%.
Dalam unggahan Truth Social terpisah, Trump mengatakan impor truk berat akan dikenakan bea 25%. Sementara kabinet dapur, meja rias kamar mandi, dan “produk terkait” akan dikenakan tarif 50%, sedangkan furnitur berlapis akan dikenakan tarif 30%.
Di AS, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang menyetujui proposal yang akan menjaga TikTok tetap hidup di AS. Transaksi tersebut menilai bisnis itu sebesar 14 miliar dolar, menurut Wakil Presiden JD Vance.
Berdasarkan ketentuan, yang harus disetujui oleh Tiongkok, sebuah perusahaan patungan baru akan mengawasi bisnis TikTok di AS, dengan ByteDance mempertahankan kurang dari 20% saham.
Nikkei 225 Jepang stagnan, sementara Topix naik 0,59% mencapai rekor tertinggi baru. Investor juga menilai data inflasi September dari ibu kota Jepang, Tokyo.
Inflasi inti di kota tersebut lebih rendah dari perkiraan sebesar 2,5%, dibandingkan ekspektasi 2,8% dari ekonom yang disurvei Reuters. Inflasi utama bertahan di 2,5%. Angka inflasi Tokyo secara luas dianggap sebagai indikator awal tren nasional.
Kospi Korea Selatan turun 2,02%, memimpin pelemahan di Asia, sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil melemah 1,57%.
S&P/ASX 200 Australia sedikit di bawah garis datar.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,86%, sementara indeks CSI 300 Tiongkok daratan stagnan.
Di AS, pelemahan saham teknologi di Wall Street berlanjut untuk hari ketiga berturut-turut, sebagian karena kenaikan yield obligasi AS.
Baca Juga
Wall Street Melemah Tiga Hari Beruntun, Dow Tergerus Lebih dari 400 Poin
Yield Treasury 10 tahun menyentuh 4,2% setelah data klaim awal tunjangan pengangguran lebih rendah dari perkiraan. Saham Oracle anjlok 5%, sementara Tesla juga termasuk yang melemah, turun 4%.
S&P 500 ditutup turun 0,50% di 6.604,72, begitu juga Nasdaq Composite yang berakhir di 22.384,70. Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,38% menjadi 45.947,32.

