Merger EXCL dan FREN Segera Rampung, Kemenkomdigi: Spektrum 7,5 MHz Dikembalikan ke Negara
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) telah memberikan restu terkait merger XL Axiata (EXCL) dengan SmartFren (FREN). Seusai merger, sejumlah frekuensi harus dikembalikan ke negara.
Berdasarkan informasi yang didapatkan investortrust.id, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) akan diumumkan pada Selasa (25/3/2025). Merger ini akan menghasilkan entitas baru bernama XLSmart.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Tegaskan Minat Ikuti Lelang Frekuensi 1,4 GHz
Tak hanya itu, nantinya EXCL harus mengembalikan spektrum 7,5 MHz dari pita frekuensi 900 MHz yang saat ini dipegang perusahaan ke negara. Hal itu dibenarkan . Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Wayan Toni Supriyanto di kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Kamis (20/3/2025). "(Spektrum yang dikembalikan) lebar pitarnya 7,5 MHz dari frekuensi 900 MHz, itu yang dipegang oleh XL akan dikembalikan," kata Wayan.
Ia menjelaskan bahwa pemerikan akan melakukan reframing atau penataan ulang terhadap spektrum frekuensi yang dikembalikan. Setelah itu, spektrum bisa dilelang kembali untuk bisa dimanfaakan oleh industri telekomunikasi. "Jadi nanti (frekuensi yang ada di 900 MHz) dilelang lagi, biasa di-reframing lagi. Itu memang mekanismenya," sambung.
Sebelumnya, Kemenkomdigi telah menyetujui rencana merger EXCL dan FREN dengan dikeluarkannya persetujuan prinsip oleh Menkomdigi Meutya Hafid. Saat ini, sejumlah nama yang akan memimpin XLSmart juga sudah terkuak.
Baca Juga
Merger Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Ditargetkan Rampung di Q2-2025
Pertama, ada nama Arsjad Rasjid yang disebut akan menjadi calon komisaris utama XLSmart. Kemudian ada Rajeev Sethi yang akan menjadi calon presiden direktur & CEO XLSmart.
Merger ini pertama kali diumumkan pada Desember 2024 setelah para pemegang saham kedua perusahaan menyetujui penggabungan anak usaha mereka. Entitas baru hasil merger ini akan memiliki valuasi pra-sinergi sebesar Rp 104 triliun atau sekitar US$ 6,5 miliar.
XL Axiata akan tetap menjadi entitas yang bertahan, sementara Smartfren dan SmartTel akan bergabung di bawah nama XLSmart. Kepemilikan XLSmart akan dikendalikan bersama oleh Axiata Group Berhad dan Sinar Mas, masing-masing dengan 34,8% saham serta pengaruh yang setara dalam pengambilan keputusan strategis. (C-13)

