AS Yakin TikTok Segera Dijual Sebelum 5 April
WASHINGTON, investortrust.id – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance optimistis kesepakatan terkait kepemilikan TikTok akan mencapai titik terang sebelum batas waktu 5 April mendatang. Menurut dua pejabat Gedung Putih, perjanjian ini akan menjadi solusi atas polemik kepemilikan platform media sosial tersebut di Negeri Paman Sam.
Nasib TikTok kian tak pasti sejak undang-undang yang mewajibkan induk perusahaannya, ByteDance, menjual asetnya dengan alasan keamanan nasional mulai berlaku pada 19 Januari lalu. Jika tidak, aplikasi ini menghadapi ancaman larangan beroperasi di AS.
Baca Juga
TikTok Kenalkan Fitur Baru agar Orang Tua Dapat Kontrol Waktu Anak
Presiden AS Donald Trump, yang menjabat sejak 20 Januari, sebelumnya menandatangani perintah eksekutif yang menunda penerapan aturan tersebut selama 75 hari. Langkah ini memberikan waktu lebih bagi ByteDance untuk mencari pembeli potensial di AS.
Trump bulan lalu menunjuk Wakil Presiden AS Vance dan penasihat keamanan nasional Michael Waltz untuk mengawasi proses penjualan TikTok. Akhir pekan lalu, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah berkomunikasi dengan empat pihak yang berminat mengakuisisi TikTok.
Dikutip dari Reuters, Senin (17/3/2025), Vance mengungkapkan keyakinannya bahwa akan ada kesepakatan besar yang memenuhi kepentingan keamanan nasional AS. Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini akan menciptakan entitas TikTok yang sepenuhnya terpisah dan berbasis di Amerika.
Baca Juga
Meski begitu, salah satu pejabat Gedung Putih mengakui masih ada beberapa perincian yang perlu dirampungkan setelah 5 April. Artinya, meskipun perjanjian prinsip dapat dicapai tepat waktu, tetapi penyelesaian akhir mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
Hingga berita ini diturunkan, TikTok dan ByteDance belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan. Sejauh ini, belum ada kepastian mengenai pihak mana yang akan menjadi pemilik baru aplikasi video pendek tersebut.
Dengan batas waktu yang semakin dekat, perhatian dunia tertuju pada bagaimana kesepakatan ini akan berdampak bagi jutaan pengguna TikTok di AS. (C-13)

