Trump Optimistis TikTok Laku Terjual Sebelum 5 April 2025
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump optimistis kesepakatan antara ByteDance, induk perusahaan TikTok, dengan AS akan tercapai sebelum tenggat waktu pada 5 April 2025. Trump percaya diri akan menemukan pembeli non-Tiongkok demi menghindari larangan operasional di AS atas alasan keamanan nasional.
"Kami memiliki banyak calon pembeli. Ada ketertarikan yang luar biasa terhadap TikTok," kata Trump dikutip dari Reuters, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga
Oracle Ingin Akuisisi TikTok dengan Skema Baru, Pemerintah China Enggan Beri Restu
Sebelumnya, pada Jumat (28/3/2025) lalu dikabarkan perusahaan ekuitas swasta Blackstone sedang mengevaluasi kemungkinan investasi minoritas pada operasional TikTok di AS. Blackstone berdiskusi dengan ByteDance untuk menyuntikkan modal baru dan mengajukan tawaran pembelian.
Kelompok pemodal tersebut muncul sebagai kandidat terkuat dalam proses akuisisi TikTok di AS. Mereka bertujuan menjaga platform ini tetap berjalan tanpa campur tangan dari pemerintah China.
Gedung Putih menilai kepemilikan TikTok oleh ByteDance membuatnya tunduk pada pemerintah China. Pihak berwenang AS khawatir Beijing dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk operasi pengaruh dan pengumpulan data warga AS.
Trump sebelumnya menyatakan bersedia memperpanjang batas waktu jika belum ada kesepakatan yang dicapai. Ia juga mengakui peran China dalam menyetujui kesepakatan ini sangat penting.
Baca Juga
Pekan lalu, Trump mengisyaratkan kemungkinan pengurangan tarif terhadap China sebagai insentif agar kesepakatan dapat segera diselesaikan. Wakil Presiden JD Vance menyatakan kesepakatan terkait kepemilikan TikTok juga diharapkan tercapai sebelum 5 April.
Di sisi lain, masa depan aplikasi yang digunakan oleh hampir setengah dari populasi AS ini masih belum pasti. TikTok sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan terbaru ini. (C-13)

