Trump Sebut Sudah Ada 4 Calon Pembeli TikTok
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan empat calon pembeli potensial untuk bisnis TikTok di AS. Menurutnya, kesepakatan ini bisa segera tercapai.
"Kami sedang berurusan dengan empat kelompok berbeda, dan banyak pihak yang menginginkan," kata Trump, dikutip dari Bloomberg, Senin (10/3/2025).
Ia tidak menyebutkan nama calon pembeli secara pasti, tetapi menegaskan bahwa semuanya adalah pihak yang kredibel.
Baca Juga
TikTok Hadirkan Feed STEM, Kemkomdigi Apresiasi Langkah Edukatif di Media Sosial
Sebagai pengingat, TikTok memiliki batas waktu hingga 5 April untuk menemukan pembeli atau menghadapi larangan di AS berdasarkan undang-undang bipartisan yang disahkan di era pemerintahan sebelumnya. AS merupakan pasar terbesar bagi TikTok, dengan valuasi operasi di negara tersebut yang diperkirakan mencapai US$ 50 miliar pada 2024.
Sebelumnya, Trump telah menunda batas waktu awal pada 19 Januari untuk menghindari larangan TikTok di AS. Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah AS seharusnya mendapatkan 50% kepemilikan dalam TikTok sebagai bagian dari kesepakatan.
Namun, ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di Beijing, belum menunjukkan minat untuk menjual operasinya di AS. CEO TikTok Shou Chew bahkan rela bertemu dengan Trump di Mar-a-Lago dan menghadiri pelantikannya untuk meyakinkan Pemerintah AS agar tetap mengizinkan TikTok beroperasi.
Di sisi lain, Pemerintah China juga harus merestui penjualan TikTok. Hingga kini, Beijing belum menunjukkan dukungan terhadap opsi tersebut. Menurut Reuters, pejabat China sedang mempertimbangkan opsi agar Elon Musk membeli operasi TikTok di AS, tetapi Musk telah menyatakan tidak tertarik.
Baca Juga
Kemenkomdigi Minta TikTok hingga YouTube Klasifikasi Layanan untuk Lindungi Anak
Beberapa pihak yang berminat membeli TikTok AS, termasuk miliarder Frank McCourt, Co-Founder Reddit Alexis Ohanian, YouTuber MrBeast, dan perusahaan teknologi Perplexity AI. Trump juga menyebut nama pendiri Oracle Larry Ellison, yang sebelumnya bermitra dengan TikTok dalam pengelolaan data pengguna AS.
Meski banyak opsi, masa depan TikTok di AS masih belum jelas. Namun, negosiasi ini menegaskan tekanan Pemerintah AS terhadap ByteDance untuk memastikan TikTok tidak menjadi ancaman keamanan nasional di tengah persaingan dagang dan teknologi. (C-13)

