Geodipa Mulai EPC Proyek PLTP Patuha dan Dieng Unit 2
JAKARTA, investortrust.id - PT Geo Dipa Energi (Persero), BUMN di sektor panas bumi (geotermal), pada 2025 akan memulai engineering, procurement, and construction (EPC) untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Patuha unit 2 dan Dieng unit 2 yang masing-masing berkapasitas 55 megawatt (MW).
"Direncanakan kedua PLTP tersebut akan beroperasi secara komersil mulai 2027," kata Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis pada konferensi pers kinerja perusahaan di kantor GeoDipa, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Baca Juga
Bank bjb Jalin Kerja Sama dengan PT Geo Dipa Energi Terkait Layanan Perbankan
Dia mengatakan, kedua PLTP itu diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan, pembangunan berkelanjutan, dan menambah kapasitas litrik berbasis energi baru terbarukan. "Ini wujud kami mendukung target transisi energi nasional," kata dia.
Geo Dipa berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,162 triliun sepanjang 2024. Pendapatan tersebut lebih besar 108% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2024 sebesar Rp 1,077 triliun. Pendapatan perusahaan disokong kinerja dua unit PLTP, yaitu PLTP Dieng dan Patuha yang masing-masing berkapasitas 55 MW dengan produksi total sebesar 859 gigawatt hours (GWh).
Sementara di sisi pengembangan, Geo Dipa telah menyelesaikan pengeboran untuk proyek PLTP Patuha unit 2 dan welltesting tiga dari enam sumur di Dieng dan 12 dari 12 sumur di Patuha pada 2024. "Melalui pengembangan tersebut, Geo Dipa terus berupaya melakukan percepatan pemanfaatan sumber energi panas bumi," kata dia.
Baca Juga
Tanpa Suntikan PNM, Geo Dipa Energi Sumbang Negara Rp 200 Miliar pada 2023
Geo Dipa juga turut berkontribusi bagi penerimaan negara melalui setoran bagian pemerintah (SBP) sebesar Rp 147 milliar. Angka tersebut 143% lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan perusahaan pada 2024 sebesar Rp 103 miliar. "Selain itu, GeoDipa juga turut berkontribusi memberikan deviden bagi negara. Pada 2024 GeoDipa memberikan deviden sebesar Rp 26,9 miliar," kata dia.
Geo Dipa mencatat peningkatan kinerja dalam aspek environment, social, and governance (ESG). Hal tersebut dapat terlihat dari raihan rating ESG perusahaan yang mendapatkan nilai 58 berdasarkan S&P Global.
“Kami juga mendapatkan rating C untuk climate change dan rating C untuk water security dari lembaga rating The Carbon Disclosure Project (CDP). Capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam melakukan pengelolaan dampak lingkungan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata dia.

