Tanpa Suntikan PNM, Geo Dipa Energi Sumbang Negara Rp 200 Miliar pada 2023
BANDUNG, investortrust.id - PT Geo Dipa Energi Persero mampu tumbuh dan memberikan pemasukan ke daerah dan negara. Kinerja ini dicapai tanpa harus disokong penyertaan modal negara (PMN). Pada tahun 2023 perusahaan telah menyetor Rp 200 miliar ke kas negara dalam bentuk dividen.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, Geo Dipa EnergI tidak mendapatkan PMN.
"Namun, kita dapat melihat pertumbuhan kinerja Geo Dipa yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah memberikan kontribusi berupa dividen kepada pemerintah," kata Rionald saat taklimat media di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).
Rionald mengatakan Geo Dipa memiliki beberapa lapangan yang sedang dikembangkan. "Ciwidey adalah salah satu yang terdekat. Proyek terbesar kita ada di Dieng-Patuha saat ini," ujar dia.
Masih menurut Rionald Geo Dipa Energi bisa tumbuh lewat kolaborasi, dan menjual listrik dengan tarif yang dikategorikan concessional.
"Saya tidak bisa bilang murah, tetapi concessional. Bisa melihat bagaimana Geo Dipa menghasilkan listrik dengan tarif yang efisien," tutur dia.
Masih menjurut Rionald, pemerintah terbuka untuk memberi dukungan finansial kepada Geo Dipa Energi dalam operasionalnya. Utamanya, apabila Geo Dipa Energi membutuhkan PMN untuk capital expenditure (belanja modal) atau investasi.
Dukungan APBN terhadap PT Geo Dipa Energi Persero melalui PMN sejauh ini tercatat sebesar Rp 1,3 triliun. Total PMN tersebut terbagi atas dua kali kucuran, yakni pada 2015 dan 2020.
Pada 2015, Geo Dipa Energi mendapat PMN sebesar Rp 607,3 miliar. Lewat suntikan dana ini, saham pemerintah bertambah menjadi sebesar 66,67% dan PLN 33,33%.
Pada 2020, Geo Dipa kembali mendapatkan suntikan PMN sebesar Rp 700 miliar, sehingga porsi kepemilikan pemerintah di Geo Dipa Energi membengkak menjadi 95%, dan 5% PLN.
Rencana IPO Masih Dikaji
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN Meirijal Nur mengatakan pemerintah tengah mengkaji rencana Geo Dipa untuk melantai di bursa efek.
"Kami sampaikan, IPO itu merupakan salah satu cara untuk mendapatkan tambahan modal bagi sebuah perusahaan. Dalam jangka pendek ini sepertinya belum ada IPO Geo Dipa. Karena kita melihat sumber modal yang tertarik untuk masuk ke Geo Dipa itu banyak," ujar dia.
Meirijal menyebut, di samping PMN, Geo Dipa Energi juga memiliki sumber dana dari strategic investor asal luar negeri yang tertarik untuk masuk ke Geo Dipa.
"Bisa saja kita nanti bisa dengan strategic investor untuk mendapatkan tambahan modal. Juga pinjaman-pinjaman murah yang pro kepada ramah lingkungan, sangat banyak," ujar dia.
Sedangkan Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi PT Geo Dipa Energi, Ilen Kardani, menyebut perusahaan secara rata-rata telah menyetor sebesar kurang lebih Rp 200 miliar kepada kas negara dalam satu tahun.
"Untuk tahun ini (2023) kurang lebih sekitar Rp 200 miliar setoran ke pemerintah," ujar Ilen.
Tak hanya itu, operasional Geo Dipa Energi juga memberikan manfaat kepada kas daerah dalam bentuk setoran untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Pendapatan daerah untuk panas bumi dari Jawa Barat, dari Kabupaten Bandung saja ya, jadi sekitar Rp 2 miliar dari Geo Dipa saja," ucap dia.
Ilen mengatakan, manfaat tersebut didapat dari produksi listrik Geo Dipa dari PLTP Patuha yang mencapai 4 Juta Kilowatt Hour (KWh) sejak pertama kali produksi atau sekitar 42 gigawatt hour (GWh) per bulan. Produksi tertinggi yang telah dicapai oleh Geo Dipa Energi di seluruh PLTP yang dimiliki terjadi pada tahun 2023 dengan capaian hingga 498 GWh.
Manfaat lainnya yang diberikan Geo Dipa, lanjut Ilen, bisa dinikmati masyarakat sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dioperasikan. Pada proyek Patuha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat misalnya, perusahaan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, memberikan pelatihan, kesempatan berusaha, berkarier, hingga pemberian fasilitas pendidikan dan beasiswa.
"Multiplier effect dari segi ekonomi bagi wilayah sekitar panas bumi," ujarnya.

