Buka IIMS 2025, Menperin Singgung Penjualan Mobil yang Kian Lesu
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membahas penjualan otomotif, khususnya kendaraan roda empat yang menurun. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
Menperin menyebutkan, penjualan kendaraan roda empat secara wholesale atau distributor ke dealer pada Januari 2025 mengalami penurunan 11,3% dibandingkan Desember 2024 atau month to month (mtm). Hal yang sama terjadi sepanjang 2024 mencatat penjualan 866.000 unit atau turun 13,9% dibandingkan 2023 atau year on year (yoy) yang mencapai 1 juta unit
Baca Juga
Ada Insentif Fiskal, Gaikindo Yakin PPN 12% Tak Akan Gerus Penjualan Mobil 2025
"Tentu dengan kondisi market yang sedang lesu ini kita semua stakeholders, termasuk pemerintah perlu mencari terobosan-terobosan agar konsumen kembali bisa memiliki minat belanja otomotif," ucap Agus saat membuka IIMS di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Untuk menggairahkan minat membeli kendaraan bermotor, pemerintah meluncurkan insentif industri otomotif, di antaranya pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (PPN DTP) kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau electric vehicle (EV).
Kemudian, pembebasan bea masuk 0% dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 15% ditanggung pemerintah atas impor completeily built up/completely knocked down (CBU/CKD) mobil listrik tertentu. Selain itu, insentif PPnBM sebesar 3% ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor bermesin hybrid yang mengikuti program low carbon emission vehicle (LCEV).
Baca Juga
Jurus Pemerintah Genjot Penjualan Mobil di RI Demi Keluar dari Jebakan 1 Juta Unit per Tahun
"Alhamdulillah akhirnya memutuskan untuk memberikan insentif untuk hybrid. Tentu saya berharap, kegiatan IIMS 2025 mampu menggairahkan minat konsumen untuk belanja otomotif," ungkapnya.
Diketahui, IIMS 2025 digelar mulai 13 hingga 23 Februari 2025 serta iikuti 56 merek kendaraan otomotif baik roda empat maupun roda dua dan didukung 190 brand peserta.

