Penjualan Mobil Lesu 5 Bulan Beruntun, Gaikindo Evaluasi Ulang Target Penjualan 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Industri otomotif nasional masih menghadapi tekanan berat akibat penurunan penjualan mobil selama lima bulan berturut-turut. Kondisi ini membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mulai mengevaluasi target penjualan tahun 2025.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales pada September 2025 tercatat 62.071 unit, turun 15,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 73.108 unit. Penjualan ritel juga melemah 12,2% menjadi 63.723 unit.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Rebound 9,7% di September, Saham ASII Layak Dipertahankan Beli
Secara kumulatif, total penjualan grosir Januari–September 2025 mencapai 561.819 unit, anjlok 11,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan ritel pun turun 10,9% menjadi 585.917 unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menyatakan asosiasi sedang mengkaji ulang target penjualan 2025 yang sebelumnya dipatok 900.000 unit. “Kami masih akan membahas dengan para anggota, setelah itu akan diumumkan (soal revisi target),” ujarnya kepada Investortrust.id, Senin (13/10/2025).
Penurunan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi menjadi faktor utama lesunya penjualan. Pertumbuhan ekonomi kuartal II/2025 hanya 4,87%, melambat dari 5,1–5,2% pada periode yang sama tahun lalu, membuat konsumsi rumah tangga dan pembelian mobil ikut tertekan.
Baca Juga
Menperin Agus Rayu Xiaomi untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi yang paling terdampak. Penjualan LCGC Januari–September 2025 hanya 94.312 unit, anjlok lebih dari 30% secara tahunan. Penurunan tertinggi terjadi pada Juni 2025, mencapai 45,58% yoy.
Dengan sisa waktu tiga bulan, industri masih harus menjual sekitar 338.000 unit agar target awal 900.000 unit dapat tercapai. Artinya, penjualan bulanan perlu menembus 110.000 unit, jauh di atas rata-rata 60.000–65.000 unit beberapa bulan terakhir.
Meski begitu, Jongkie tetap optimistis ajang Gaikindo Jakarta Auto Week yang digelar akhir November di ICE BSD dapat mendorong penjualan. “Mudah-mudahan pameran itu bisa mendorong peningkatan penjualan di Desember 2025,” pungkasnya.

