Melunak, Apple Disebut Akan Bangun Pabrik iPhone di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Apple disebut sedang menjajaki kemungkinan mendirikan pabrik iPhone di Indonesia. Menurut laporan Nikkei Asia, Kamis (13/2/2025), Apple telah berdiskusi dengan para pemasoknya terkait kelayakan produksi iPhone di Tanah Air.
Langkah ini bertepatan dengan negosiasi Apple dan pemerintah Indonesia untuk mencabut larangan penjualan iPhone 16 yang diberlakukan sejak tahun lalu. Diketahui, penjualan iPhone seri teranyar itu masih mentok dengan izin sertifikasi tingkat komponden dalam negeri (TKDN).
Baca Juga
Menteri Rosan Bocorkan Bakal Ada Perusahaan AS Susul Apple Investasi Jumbo di RI
Beberapa sumber menyebut salah satu pemasok iPhone telah mendirikan anak perusahaan di Batam, khusus untuk mendukung produksi Apple. Seorang sumber mengatakan kepada Nikkei Asia, “Pemasok ini telah mulai merekrut insinyur sebagai bagian dari persiapan.”
Jika rencana ini disetujui, Indonesia akan menjadi negara ASEAN pertama yang memproduksi iPhone. Hal ini mengingat, Apple hampir tidak memiliki rantai pasokan iPhone di kawasan ASEAN.
Sebelumnya, Apple berjanji berinvestasi dalam akademi pendidikan di Indonesia, tetapi pemerintah menganggap langkah tersebut tidak cukup. Proposal lain, termasuk pembuatan aksesori AirTag di Indonesia juga ditolak. Saat ini, keputusan final terkait izin produksi iPhone di Indonesia masih belum jelas.
Sementara itu, mendirikan pabrik iPhone di Indonesia bukan perkara mudah. Analis dari laporan tersebut menyatakan jika disetujui, pembangunan pabrik di Batam bisa memakan waktu setidaknya satu tahun.
Selain membangun fasilitas fisik, Apple juga harus menyiapkan distribusi daya untuk proses manufaktur, yang diperkirakan membutuhkan tambahan empat hingga enam bulan. Belum lagi, setelah produksi siap, fasilitas tersebut harus melewati proses verifikasi ketat dari Apple sebelum mulai beroperasi.
Tantangan utama lainnya adalah minimnya rantai pasok manufaktur teknologi di Indonesia. Di sisi lain, hampir tidak ada ekosistem rantai pasok yang mendukung produksi iPhone.
Dengan demikian, Apple harus membawa banyak pemasok komponen dari luar negeri atau mendorong mitra lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka. Dukungan dari pemerintah Indonesia dalam bentuk insentif dan kebijakan pro-manufaktur juga diprediksi akan sangat menentukan keberhasilan proyek ini.
Baca Juga
Di Indonesia, Apple hanya memiliki pangsa pasar sekitar 1%, jauh di bawah Samsung, Oppo, Xiaomi, dan Vivo. Sebagian besar ponsel yang terjual di Indonesia adalah model entry level dengan harga rata-rata sekitar Rp 3 jutaan, sedangkan iPhone termasuk dalam model premium.
Rencana ekspansi Apple ke Indonesia juga terjadi di tengah perlambatan pasar smartphone global dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan China, yang mempersulit stabilitas rantai pasok. Dengan mempertimbangkan produksi di Indonesia, Apple berupaya memperluas basis manufakturnya sekaligus memenuhi persyaratan regulasi lokal demi mengamankan pangsa pasar di Tanah Air. (C-13)

