Perang Dagang AS-China Bikin Apple Ketar-ketir, Kenapa?
WASHINGTON, investortrust.id - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China diprediksi akan memengaruhi bisnis Apple. Tak cuma itu, raksasa teknologi asal AS ini juga harus bersaing dengan produsen China, seperti Huawei dan Tencent. Alhasil, Apple kini ketar-ketir.
Analis teknologi Bloomberg, Mark Gurman, menyatakan, ketegangan antara AS dan China membuat posisi Apple mulai terancam. Perusahaan itu kini menghadapi dilema dalam mengurangi ketergantungannya terhadap manufaktur di China tanpa menimbulkan reaksi negatif dari pemerintah setempat.
Apple mulai memindahkan sebagian produksinya ke negara lain, seperti India, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Brasil. Namun, perpindahan penuh akan membutuhkan waktu bertahun-tahun karena beberapa faktor utama. Salah satunya tekanan pemerintah China yang ingin mempertahankan Apple sebagai bagian penting dari ekosistem industrinya.
Baca Juga
Apple Minat Gandeng DeepSeek untuk Dongkrak Penjualan di China
“China tetap menjadi pusat produksi utama bagi Apple karena efisiensi dan keahlian yang sulit ditandingi oleh negara lain,” ujar Gurman dikutip, Sabtu (8/2/2025).
Ancaman tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden AS, Donald Trump juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan produksi Apple. Meskipun tarif impor barang dari Meksiko dan Kanada masih ditunda, nyatanya Apple tidak terlalu bergantung pada manufaktur di negara-negara tersebut.
Menurut Gurman, jika tarif impor diberlakukan, Apple bisa saja memilih untuk menaikkan harga produknya. Namun, strategi ini lebih sulit diterapkan di AS, mengingat harga iPhone sudah melebihi US$ 1.000 dan persaingan semakin ketat.
“Apple menghadapi dilema besar antara menaikkan harga yang dapat mengurangi permintaan, atau menyerap biaya tambahan. Itu juga bukan pilihan mudah,” ujar jurnalis teknologi tersebut.
CEO Apple, Tim Cook berupaya menjaga hubungan baik dengan pemerintah AS. Ia telah bertemu Trump dengan harapan dapat melakukan negosiasi kebijakan perdagangan.
Baca Juga
Update Investasi Apple, Rosan: Vendor Sudah Beli Tanah di Batam
Sementara itu, penjualan iPhone turun sekitar 1% selama musim liburan tahun baru. Pendapatan Apple di China bahkan terpangkas hingga 11%.
Selain itu, platform kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Apple, Apple Intelligence, belum tersedia di banyak negara dan masih tertinggal dibandingkan pesaing, seperti Samsung yang telah mengadopsi teknologi AI berbasis Google Gemini.
Meski Apple belum secara resmi menyatakan tarif perdagangan akan memengaruhi bisnisnya dalam waktu dekat, perusahaan itu tetap memantau situasi secara cermat.
Tim Cook mengaku masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah strategis berikutnya. “Kami terus memantau situasi dan belum memiliki komentar lebih lanjut,” ujar dia.(C-13)

