Apple Berat Bikin Pabrik iPhone di Indonesia, Apa Solusinya?
JAKARTA, Investortrust.id - Apple masih berat hati membangun pabrik iPhone di Indonesia sebagai syarat pemenuhan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diminta pemerintah. Bahkan rencana investasi Apple membuka pabrik AirTag di Batam senilai US$ 1 miliar dinilai belum memenuhi syarat izin dikeluarkannya sertifikasi TKDN.
Permenperin 29/2017 secara tegas mengatur bahwa yang bisa dinilai sertifikasi TKDN-nya adalah investasi yang langsung berkaitan dengan telepon genggam, komputer dan tablet (HKT).
Sementara AirTag merupakan aksesoris dari HKT yang bukan merupakan komponen esensial HKT, sehingga tidak bisa dihitung sebagai TKDN produk HKT (TKDN iPhone milik Apple).
Belakangan banyak informasi yang menyebut jika ketidaktertarikan Apple membuka pabrik di Indonesia, dan memilih ketimbang Vietnam, karena SDM lokal yang tidak memenuhi standar mereka. Namun, isu tersebut dibantah Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat ditemui wartawan.
"Tentu tidak menjadi alasan bahwa SDM kita belum siap. Bagaimana caranya membantu mempersiapkan, in line dengan membangun pabrik. Jadi jangan kayak ayam dan telur, saling tunggu-tungguan," kata Meutya di Kantor Komdigi, Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Menkomdigi berharap dengan dibangunnya pabrik iPhone di Indonesia justru bisa sejalan dengan peningkatan SDM di Tanah Air.
"Jadi investasi dalam bentuk pabrik atau bentuk kompetensi SDM harus berjalan bersamaan, tidak bisa memilih salah satu." katanya.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda justru punya pendapat berbeda terkait investasi Apple di Vietnam.
"Industri teknologi di Vietnam jauh lebih maju dibandingkan di Indonesia. Secara global supply chain, industri di sana mampu menyumbang hingga 70% produk Apple, ya sudah pasti Apple memilih Vietnam ketika pindah dari China," kata Huda kepada Investortrust.id beberapa waktu lalu.
Huda justru menilai hal ini dapat menjadi contoh dan mendorong pemerintah untuk mencari win-win solution. Salah satunya adalah memperbaiki iklim investasi teknologi di dalam negeri.
"Dimulai paling kecil, yaitu tentang SDM. Memang, kita gak bisa langsung minta 100 persen komponen harus dibangun di Indonesia, tapi minimal komponen-komponen kecil bisa mulai di-supply dari dalam negeri. Maka kemarin ketika ada rencana investasi Apple membangun pabrik komponen, menurut saya, hal tersebut cukup bagus. Sambil kita melihat peluang pengembangan dalam negeri juga ikut terdorong," tambahnya.
Ekonom tersebut menilai jika ekosistem investasi barang high-tech harus didorong terlebih dahulu. Sehingga ada potensi untuk transfer knowledge dari ekosistem Apple baik dari China maupun dari lainnya. (C-13)