Pasar Smartphone Naik 7% Akhir 2024, Siapa Juaranya?
JAKARTA, investortrust.id - Pasar smartphone dunia pada akhir 2024 mengalami peningkatan sebesar 7%. Menariknya sejumlah merek besutan China menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun sebelumnya.
Data Canalys yang dikutip, Kamis (6/2/2025), Apple dan Samsung berada di peringkat pertama dan kedua pada puncak penjualan. Meski pengiriman Apple turun sebesar 1% menjadi 225,9 juta unit, namun penjualan smartphone perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu masih kuat di Amerika Utara dan Eropa.
Sementara Samsung yang menempel Apple juga mengalami penurunan sebesar 1%. Dari data tersebut, Samsung mampu membukukan pengiriman sebanyak 222,9 juta unit.
Baca Juga
Laba Apple Lampaui Target meski Penjualan iPhone di China Babak Belur
Menariknya, Xiaomi justru hadir sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar dengan peningkatan pengiriman yang substansial sebanyak 15%, menjadi 168,6 juta unit. Pencapaian ini tidak lepas dari permintaan besar di pasar China dan ekspansi strategi ke negara-negara berkembang.
Tak cuma itu, Transsion yang menaungi merek Infinix, Tecno, dan Itel, mampu masuk ke empat besar untuk pertama kalinya, dengan kenaikan 15% sepanjang 2024 dengan hasil akhir 106,7 juta unit. OPPO menguntit di posisi kelima dengan pertumbuhan 3% dengan total pengiriman 103,6 unit.
Dominasi Apple dan Samsung tidak lepas dari peran mereka di kelas ponsel flagship. Konsumen juga tertarik pada varian premium yang menawarkan standar dan teknologi terbaru.
"iPhone 16 Pro dan Pro Max Apple mengalami peningkatan pengiriman yang signifikan sebesar 11% dari tahun ke tahun, melampaui 55 juta unit. Samsung juga melaporkan kinerja seri S terkuatnya sejak 2019, didorong oleh permintaan yang kuat untuk model Ultra yang jadi varian tertinggi," kata Analis Senior Canalys, Sanyam Chaurasia.
Baca Juga
Meski begitu, analis memperingatkan potensi hambatan pada tahun 2025, termasuk perlambatan pertumbuhan di negara berkembang, potensi dampak tarif impor AS, dan ketidakpastian ekonomi. Namun peluang pertumbuhan di segmen smartphone premium tetap ada, karena didorong oleh program subsidi China dan model pembiayaan yang inovatif.
Laporan ini juga memprediksi jika persaingan tahun ini akan focus pada peningkatan harga jual rata-rata (ASP), pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perluasan portofolio produk, hingga inovasi yang ditawarkan. (C-13)

