Laba Apple Lampaui Target meski Penjualan iPhone di China Babak Belur
CALIFORNIA, Investortrust.id - Apple mencatat laba kuartal fiskal pertama yang berakhir 28 Desember 2024 mengalahkan estimasi Wall Street pada Kamis (30/1/2025), meski penjualan iPhone di China babak belur alias melemah karena persaingan ketat dan lambatnya peluncuran fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Penjualan dan laba Apple secara keseluruhan didorong penjualan iPad dan Mac yang lebih kuat dari perkiraan.
Menurut data London Stock Exchange Group (LSEG), dilansir Reuters, kurangnya keunggulan AI berkontribusi pada turunnya penjualan iPhone menjadi US$ 69,14 miliar dibandingkan US$ 71,03 miliar yang diperkirakan analis. Penjualan di Tiongkok turun menjadi US$ 18,51 miliar, dibandingkan US$ 20,82 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Setelah Apple, Boeing Diminta Bangun Pabrik Komponen di Indonesia
Selain itu, di bawah US$ 21,33 miliar yang diharapkan survei Visible Alpha terhadap lima analis. Akibatnya, saham Apple anjlok 1,6%.
Sementara penjualan Apple sebesar US$ 124,30 miliar untuk kuartal fiskal pertama sedikit melampaui target Wall Street sebesar US$ 124,12 miliar, menurut LSEG. Adapun laba per saham sebesar US$ 2,40 melampaui target konsensus sebesar US$ 2,35.
Apple telah memposisikan AI sebagai kemampuan dan fitur baru, seperti menyusun email dan menyalin panggilan telepon. Namun, produsen iPhone tersebut belum mendapatkan mitra lokal di China untuk merilisnya.
Baca Juga
"Lemahnya penjualan di China mencerminkan ketidakmampuan Apple meluncurkan perangkat lunak dan layanan AI, kelemahan ekonomi makro, dan persaingan kuat, yang semuanya membebani," kata analis di Maxim Group, Tom Forte.
Dalam sebuah wawancara, CEO Apple Tim Cook mengatakan, fitur AI, yang disebut Apple Intelligence, mendorong penjualan perangkat baru perusahaan. "Kami melihat bahwa di pasar tempat kami meluncurkan Apple Intelligence, kinerja iPhone 16 series lebih kuat daripada pasar tempat Apple Intelligence tidak tersedia," kata Cook.
Cook mengatakan, Apple Intelligence akan hadir dalam bahasa baru, seperti Prancis dan Jerman pada April. Namun, ia mengatakan, tidak ada batas waktu kapan akan tersedia di China. "Kami terus bekerja sama dengan regulator dan akan merilisnya sesegera mungkin," kata Cook.

