Adu Kuat Empat Bank Kakap di Kuartal III 2024, Siapa Juaranya?
JAKARTA, investortrust.id - Empat bank jumbo di Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih secara konsolidasi maupun bank only yang cukup baik hingga kuartal III 2024.
Kinerja bank-bank yang masuk kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) IV, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI tergolong baik ditopang penyaluran kredit yang masih terjaga ekspansif.
Lantas bagaimana kinerja dan siapa juaranya dengan pencapaian laba terbesar di antara empat bank kakap tersebut?
1.BRI
Dalam jajaran empat bank big caps tersebut, kembali BRI menjadi yang tertinggi dengan raihan Rp 45,36 triliun (konsolidasi) di kuartal III 2024 atau tumbuh 2,9% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 44,21 triliun. Sementara laba secara bank only senilai Rp 41,67 triliun. Nilai itu tumbuh 6,85% YoY dari sebelumnya Rp 39 triliun.
Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan bahwa ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan adalah hasil dari fundamental bisnis yang kuat.
“Capaian tersebut tidak terlepas dari fokus BRI yang secara konsisten memperkuat fundamental kinerja, serta melakukan strategic response yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika pasar,” ungkapnya dalam paparan kinerja kuartal III BRI, Rabu (30/10/2024).
Penopang pertumbuhan laba adalah pendapatan bunga bersih yang naik menjadi Rp 105,75 triliun dari sebelumnya Rp 101,19 triliun. Lalu pendapatan non bunga yang naik menjadi Rp 21,6 triliun, naik 64% YoY pada kuartal III 2024, sehingga selama sembilan bulan pertama tahun ini naik 39% YoY. Namun beban pencadangan pada kuartal III 2024 sebesar Rp 32,5 triliun, naik 40% YoY.
Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2024 BRI berhasil menyalurkan kredit konsolidasi senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara YoY. Dari total penyaluran kredit tersebut, 81,70% di antaranya atau sekitar Rp 1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.
Dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. "BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," ujar Sunarso.
Baca Juga
Perkuat Integritas Sistem Perbankan, OJK Rilis POJK Integritas Pelaporan Keuangan Bank
2.Bank Mandiri
Disusul Bank Mandiri yang mencatatkan laba Rp 42 triliun (konsolidasi), naik 7,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 39,1 triliun. Sementara secara bank only pada kuartal III 2024 tercatat sebesar Rp 39 triliun. Raihan laba itu naik 9% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 35,93 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menuturkan, peran strategis Bank Mandiri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi tercermin pada pencapaian kinerja keuangan kuartal III 2024 yang tumbuh positif di sektor-sektor strategis di seluruh wilayah Indonesia.
"Akselerasi yang didorong strategi yang tepat mendorong pertumbuhan Bank Mandiri yang kuat dan berkualitas," ujarnya dalam paparan kinerja pada Rabu (30/10/2024).
Darmawan mengatakan, pencapaian tersebut ditopang oleh perluasan ekosistem berbasis digital dan optimalisasi bisnis pada perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan. BMRI berhasil pertumbuhan kredit secara konsolidasi sebesar 20,8% secara YoY menjadi Rp 1.590 triliun di kuartal ketiga tahun ini.
Darmawan mengungkapkan, pertumbuhan ini antara lain ditopang oleh kredit segmen wholesale yang merupakan core business Bank Mandiri. ”Terbukti, hingga akhir September 2024 Bank Mandiri membukukan kredit di seluruh segmen,” ujarnya.
3.BCA
Sementara bank swasta terbesar di Tanah Air, yakni BCA membukukan laba bersih Rp 41,1 triliun (konsolidasi) atau tumbuh 12,8% dibandingkan kuartal III 2023. Adapun secara bank only ada pertumbuhan 14% menjadi Rp 40,4 triliun dari Rp 35,3 triliun.
"Kinerja sepanjang 9 bulan 2024 ditopang ekspansi pembiayaan dan volume transaksi dan pendanaan," demikian disampaikan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja BCA kuartal III 2024, Rabu (23/4/2024).
Driver dari laba bersih di kuartal III yang bisa naik cukup baik, dijelaskan Jahja disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya saja, bunga kredit yang berasal dari kredit kuartal IV 2023 sudah bisa dinikmati 100% oleh perseroan di awal tahun ini. Kredit korporasi juga mendominasi laju penyaluran kredit sehingga mendorong kenaikan net interest income (NII). Selain itu, beban BCA juga naik hanya 7,9% yang relatif tumbuh cukup rendah dibandingkan biasanya yang mencapai dua digit.
BCA, kata Jahja juga mampu mengelola jumlah karyawannya di tahun ini yang tidak mengalami kenaikan cukup besar. Meski begitu perseroan juga tidak melakukan pengurangan tenaga kerja meski ada peran yang tergantikan oleh kemajuan teknologi. Selain itu, biaya admin juga tumbuh minus 3% dari yang biasanya positif.
Bank swasta nasional terbesar di Indonesia tersebut mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 877 triliun pada kuartal III 2024. Jumlah tersebut naik 14,5% secara tahunan. Pertumbuhan kredit yang solid diikuti dengan terjaganya kualitas pembiayaan perseroan.
Baca Juga
4.BNI
BNI mencatatkan laba bersih pada akhir September 2024 sebesar Rp 16,4 triliun atau tumbuh 3,5% YoY dibandingkan Rp 15,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara secara bank only ada pertumbuhan 3% menjadi Rp 16,2 triliun dari Rp 15,7 triliun.
“BNI mencatatkan kinerja yang semakin solid di kuartal III 2024, didorong pulihnya pendapatan operasional dan kualitas aset yang terjaga secara baik," kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat konferensi pers paparan kinerja kuartal III 2024 secara virtual di Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Royke menambahkan, kinerja solid BNI pada kuartal III 2024 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi baik domestik maupun global.
"Transformasi bisnis yang kami lakukan secara konsisten telah memperkuat fundamental BNI, sehingga memungkinkan kami untuk menangkap peluang dalam mempercepat pertumbuhan," ujarnya.
Lebih lanjut, Royke menjelaskan bahwa pencapaian laba yang baik ini didukung kinerja kredit yang mengalami akselerasi di kuartal III 2024 sehingga BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit per September 2024 mencapai Rp 735 triliun, meningkat 9,5% dibandingkan pertumbuhan kredit di periode yang sama tahun sebelumnya.

