Celios Ingatkan Pemerintah Hati-Hati untuk Tambal Dana Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Center of Economic and Law Studies (Celios) mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan pemenuhan dana program makan bergizi gratis (MBG) karena ini bisa berdampak terhadap sektor lainnya.
“MBG itu akan diteruskan untuk semua anak pada tahun ini. Jadi dari mana anggaran itu akan diambil? Tidak mungkin ada anggaran baru tanpa melakukan shifting atau pengurangan sektor lain. Ini pasti akan sangat masif sekali implikasinya,” kata Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar dalam konferensi pers "Rapor 100 Hari Prabowo-Gibran", Selasa (21/1/2025).
Baca Juga
APBN 2025 mengalokasikan anggaran Rp 71 triliun untuk program MBG. Namun, sejauh ini program tersebut belum merata. Untuk itu, Celios mengkhawatirkan pemerintah bakal mengambil langkah instan dengan menambah utang atau mengurangi anggaran sektor lain.
Media menerangkan, MBG merupakan program populis. Atas dasar itu, dia khawatir akan terjadi bencana fiskal jika pemerintah memaksakan diri memenuhi anggaran MBG dengan cara-cara yang membahayakan keuangan negara.
“Khawatirnya justru nanti akan ada bencana fiskal di Indonesia, karena akan ada trade-off, banyak dana bergeser ke MBG yang sebagian diterima masyarakat menengah atas, tetapi terjadi pengurangan sektor-sektor layanan publik lainnya,” jelas dia.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah masih belum memiliki perencanaan jelas terkait pemenuhan anggaran agar MBG bisa merata disalurkan ke seluruh anak bangsa. Namun, dia menilai akan ada reformasi anggaran setelah mendengar narasi-narasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
“Sepertinya akan ada reformasi anggaran untuk semuanya diarahkan kepada MBG. Ini alarm dan berbahaya sekali untuk keberlanjutan fiskal di Indonesia. Kecuali, pemerintah memiliki alternatif pembiayaan lain di luar skema utang, di luar pengalihan anggaran pendidikan. Sekarang kan diambil dari anggaran pendidikan,” ujar Media.
Baca Juga
Sebelum ini, Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena belum semua anak kebagian program makan bergizi gratis. Namun, dia berjanji pada 2025 ini program tersebut akan merata.
“Makan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera (disalurkan) ke seluruh rakyat. Untuk itu saya Prabowo Subianto, minta maaf kepada semua orang tua, kemudian semua anak-anak yang belum menerima. Saya yakini bahwa akhir 2025, semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi,” kata Prabowo di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).

