Celios: Program Makan Bergizi Gratis Harus Fokus pada Transparansi dan Keberpihakan Terhadap UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Program makan bergizi gratis (MBG) akan mulai dilaksanakan secara penuh pada 2025. Center of Menurut Economic and Law Studies (Celios) menyatakan, dalam menjalankan program tersebut, pemerintah harus fokus pada transparansi dan keberpihakannya terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Menurut Direktur Keadilan Fiskal Celios Media Wahyudi Askar, menjadi sebuah hal penting untuk mengedepankan transparansi dalam pengelolaan anggaran penyaluran MBG ini. Karena program ini rentan terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan jika tidak dikelola dengan hati-hati.
“Risiko inefisiensi anggaran juga harus diwaspadai, terutama terkait distribusi rantai pasok yang terlalu panjang, yang bisa memperburuk ketepatan sasaran dan menghambat keberlanjutan program ini,” ujarnya, dalam diskusi publik yang digelar Celios secara daring, Senin (30/12/2024).
Baca Juga
Wamendikdasmen Buka Suara soal Kesiapan Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menekankan bahwa program MBG juga perlu didasari pada keberpihakan kepada peternak dan petani lokal, maupun sektor UMKM. Menurutnya, program ini jangan sampai menjadi celah masuk berbagai pangan impor, termasuk susu yang akhirnya merugikan peternak lokal.
“Mitigasi risikonya memang harus dimulai dari sistem pengadaan barang jasa pro produk lokal. Sebelum MBG efektif berjalan, kami mendorong pemerintah spesifik LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) keluarkan regulasi teknis soal batas minimum konten lokal dalam pengadaan bahan baku MBG,” kata Bhima.
Baca Juga
Badan Otonom PBNU Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Hilirisasi Prabowo
Ia berpandangan, uji coba program MBG harus betul-betul dimanfaatkan untuk merumuskan dengan matang teknis pelaksanaan program MBG. Jika tidak, program ini akan inefisiensi anggaran dan berpotensi menimbulkan korupsi.
“Sehingga nilai manfaat yang diterima masyarakat kecil hilang terbuang,” ucap Bhima.

