Menteri PU Bakal Usulkan Renstra Infrastruktur Jadi PSN
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan, pihaknya akan mengusulkan hasil rapat rencana strategis (renstra) bidang infrastruktur menjadi proyek strategis nasional (PSN) di era Kepresidenan Prabowo Subianto.
“Selanjutnya adalah menyiapkan presentasi VVIP ke bapak Presiden (Prabowo Subianto). Kita akan mengajukan beberapa proyek yang menurut kita itu worth untuk diteruskan. Tapi kan belum tentu (direstui), kita diskusilah di situ. (Bakal jadi PSN?) Kemungkinan besar iya, menunggu arahan (Presiden Prabowo Subianto),” kata Dody saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).
Kendati demikian, Menteri Dody tak memperinci proyek-proyek infrastruktur apa saja yang berpotensi akan menjadi PSN ke depannya. “Banyak lah, ada beberapa jalan tol, bendungan, stadion olahraga, rumah sakit, banyak banget,” tambah dia.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, Kementerian PU akan memprioritaskan penyelesaian 15 bendungan dengan nilai anggaran sebesar Rp 36,291 triliun sepanjang pemerintahan era Prabowo Subianto.
“Periode 2025-2029 ada 15 bendungan on-going. Bendungan Way Apu, Jragung, Bulango Ulu, Manikin, Budong-Budong, Bagong, Bener, Tiga Dihaji, Mbay, Karangnongko, Cijurey, Jenelata, Cabean, Cibeet, dan Riam Kiwa,” kata Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti kepada wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2025) lalu.
Baca Juga
Investasi Asing Bakal Dongkrak Pembiayaan Infrastruktur Hampir Rp 700 T
Diana juga menyampaikan, Kementerian PU akan memfokuskan tiga bendungan selesai di tahun 2025 ini, mulai dari Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.
“Dan yang direncanakan selesai tahun 2025 ada tiga bendungan. Bendungan Jragung, Mbay, dan Way Apu,” ucap dia.
Berikut daftar bendungan prioritas era Presiden Prabowo Subianto (2025-2029):
-) Bendungan Way Apu (Maluku) senilai Rp 2,16 triliun
-) Bendungan Jragung (Jawa Tengah) senilai Rp 3 triliun
-) Bendungan Bulango Ulu (Gorontalo) senilai Rp 2,42 triliun
-) Bendungan Manikin (NTT) senilai Rp 1,9 triliun
-) Bendungan Budong-Budong ( Sulawesi Barat) senilai Rp 1,02 triliun
-) Bendungan Bagong (Jawa Timur) senilai Rp 1,6 triliun
-) Bendungan Bener (Jawa Tengah) senilai Rp 2,06 triliun
-) Bendungan Mbay (NTT) senilai Rp 1,47 triliun
-) Bendungan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan) senilai Rp 3,73 triliun
-) Bendungan Karangnongko (Jawa Tengah) senilai Rp 1,26 triliun
-) Bendungan Cijurey (Jawa Barat) senilai Rp 3,7 triliun
-) Bendungan Jenelata (Sulawesi Selatan) senilai Rp 4,1 triliun
-) Bendungan Cabean (Jawa Tengah) senilai Rp 571 miliar
-) Bendungan Cibeet (Jawa Barat) senilai Rp 5,5 triliun
-) Bendungan Riam Kiwa (Kalimantan Selatan) senilai Rp 1,8 triliun
Proyek Pembangunan Tol Prioritas
Pada kesempatan lain, Menteri Dody menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto guna memilih proyek-proyek tol prioritas
“Kita mesti ngobrol ke Pak Prabowo, one on one antar setiap sektor begitu. Apapun proyek infrastruktur yang kita kerjakan (periode) kemarin-kemarin itu mesti kita reviu ulang. Mana yang kemudian memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat, terus mana yang belum bisa 100% kita bikin maksimal 110%. Mana yang sudah baik dan perlu ditingkatkan, ya kita tingkatkan,” tegas Dody saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2024) lalu.
Baca Juga
Kementerian PU juga membidik jalan tol terbangun dan beroperasi per tahun 2025 sepanjang 243,10 km. Selanjutnya, 222,52 km di tahun 2026, 458,93 km di tahun 2027, 328,77 km di tahun 2028, serta 318,45 km di tahun 2029.
Berdasarkan data yang diterima investortrust.id dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, berikut proyek-proyek pembangunan tol prioritas di era Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka:
-) Ruas sudah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT): Panjang penanganan 1.561,44 km dengan nilai investasi total sebesar Rp 386,34 triliun;
-) Ruas persiapan PPJT: Panjang penanganan 31,12 km dengan nilai investasi total sebesar Rp 12,35 triliun;
-) Ruas dalam tahap pelelangan: Panjang penanganan 348,64 km dengan total investasi sebesar Rp 58,65 triliun; dan
-) Ruas dalam tahap persiapan teknis dan ruas dalam persiapan pembiayaan: Panjang penanganan 1.060,36 km dengan nilai investasi sebesar Rp 203,64 triliun.

