Proyek Dimatangkan, Teluk Jakarta, Kendal, Semarang, dan Demak Jadi Prioritas 'Giant Sea Wall'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah terus mematangkan proyek pembangunan tanggul laut raksasa alias giant sea wall (GSW) sebagai bagian upaya proteksi Pantai Utara (Pantura) Jawa. Teluk Jakarta serta kawasan Kendal, Semarang, dan Demak di Jawa Tengah ditetapkan sebagai prioritas awal.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, pematangan proyek dilakukan melalui rapat koordinasi berkelanjutan antara kementerian dan lembaga terkait bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ).
“Baru saja kami melakukan rapat koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan BOPPJ. Ini sudah rapat koordinasi yang kesekian kali, karena dalam struktur, saya ditempatkan sebagai ketua dewan pengarah,” kata AHY kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
AHY menjelaskan, pembentukan BOPPJ merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan pembangunan proteksi Pantura Jawa yang menghadapi ancaman kenaikan muka air laut dan banjir rob di sejumlah wilayah, mulai Banten hingga Jawa Timur. “Bahaya banjir rob itu terus mengintai di berbagai kawasan. Kita juga tahu terjadi penurunan permukaan tanah di banyak tempat,” jelas dia.
Baca Juga
AHY Tekankan Giant Sea Wall Harus Dikaji Matang, Tak Boleh Tergesa-gesa
Menurut AHY, pemerintah menyiapkan pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut sebagai bentuk intervensi utama. Jika tanggul pantai tidak lagi memadai, pembangunan akan dikombinasikan dengan solusi berbasis alam.
“Oleh karena itu, sudah menjadi urgensi untuk melakukan intervensi dalam bentuk pembangunan tanggul pantai maupun tanggul laut, yang akan dikombinasikan dengan penanaman mangrove,” ujar dia.
Ia menyebutkan, proyek giant sea wall di Teluk Jakarta direncanakan membentang sekitar 46 kilometer (km) untuk memberikan proteksi menyeluruh. Selain itu, wilayah Jawa Tengah juga masuk dalam paket prioritas karena kerap terdampak banjir rob.
“Di Teluk Jakarta sepanjang kurang lebih 46 kilometer akan dilakukan proteksi secara menyeluruh. Prioritas lain yang tidak kalah penting adalah kawasan Kendal, Semarang, dan Demak di Jawa Tengah,” ungkap AHY.
AHY menegaskan, GSW merupakan proyek jangka panjang dengan horizon pelaksanaan hingga 20 tahun ke depan. Proyek ini akan melibatkan sedikitnya 17 kementerian dan lembaga (K/L), serta pemerintah daerah. “Ini proyek besar dan jangka panjang, tidak melihat satu atau dua tahun, bahkan lima, 10, sampai dengan 20 tahun ke depan,” terang dia.
Dari sisi pendanaan, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan dari berbagai sumber, mulai APBN, APBD, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), hingga investasi dalam dan luar negeri. “Skema pendanaannya dari beberapa sumber. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang menyampaikan ketertarikan secara serius,” tutur AHY.
Baca Juga
Wamen PU: Tahap Awal Giant Sea Wall Jakarta Gunakan APBD DKI
Gubernur Jakarta, Pramono Anung sebelumnya mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan penuh dari pemerintah pusat terkait pembangunan proyek GSW di wilayah pesisir utara Jakarta. Namun, ia mengungkap target groundbreaking akan dilaksanakan pada September 2026.
“Nah tentang giant sea wall, kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat. Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 km, tetapi kemarin ditambahkan 7 km menjadi 19 km,” kata Pramono dalam acara groundbreaking entrance Stasiun MRT Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Sambil menunggu pelaksanaan proyek GSW, Pramono menyampaikan Pemprov Jakarta saat ini fokus menyelesaikan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan pantai utara Jakarta.

