Menperin Agus Nilai Investasi Apple Rp 16 Triliun di RI Masih Kecil
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, angka investasi yang rencananya akan dilakukan di Indonesia tersebut masih terlalu kecil. Hal itu mengingat jumlah penjualan produk Apple di Indonesia yang bisa mencapai Rp 32 triliun.
Diketahui, Apple melayangkan rencana proposal investasi sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 16 triliun. Dengan nilai tersebut, perusahaan asal Amerika Serikat itu akan melakukan negosiasi dengan pemerintah untuk membahas skema investasi yang direalisasikan.
Baca Juga
Bakal Bertemu Petinggi Apple Hari Ini, Menperin Agus Fokus soal Pembangunan Pabrik
“Saya sampaikan US$ 1 miliar itu untuk angka Apple, US$ 1 miliar sebuah angka untuk Apple dibandingkan dengan empat prinsip keadilan tadi dan dibandingkan total sales Apple di Indonesia yang tercatat sekitar Rp 32 triliun itu angka US$ 1 miliar itu kecil,” ungkap Menperin Agus di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (6/1/2025).
Menperin Agus menyatakan, dalam negosiasi yang akan dilakukan pihaknya dengan Apple, Kemenperin akan fokus mengutamakan pembangunan pabrik perusahaan teknologi raksasa tersebut guna terciptanya lapangan pekerjaan baru.
Hal tersebut akan menjadi pembahasan utama pada negosiasi yang dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan petinggi Apple yang datang ke Indonesia untuk membahas mengenai investasi dengan pemerintah.
“Pokoknya kalau untuk Apple yang paling penting job creation, artinya dia membangun pabrik di indoensia, saya enggak bicara angka,” terang Menperin Agus.
Baca Juga
Sebelumnya, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan negosiasi yang akan dilakukan dengan petinggi Apple tidak akan berjalan mudah. Hal ini mengingat, perusahaan asal Amerika Serikat itu pasti akan mementingkan keuntungannya.
"Negosiasi tidak akan mudah. Apple akan menempatkan kepentingan atau interest mereka, yang kita bisa baca secara natural adalah untungnya, cuannya menang," ucap Menperin Agus saat ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (3/1/2025).

