Ini yang Dorong Apple Beri Diskon Besar iPhone di China
Reporter: Saliki Dwi Saputra
BEIJING, Investortrust.id - Apple memberikan diskon besar untuk penjualan iPhone di pasar China. Kebijakan diskon ini dilakukan di tengah kerugian yang dialami iPhone di pasar China dalam beberapa tahun terakhir.
Sekadar informasi, Apple memberikan diskon harga hingga 500 yuan (sekitar Rp1,1 jutaan) untuk model iPhone di China, dengan periode diskon berlangsung pada 4-7 Januari 2025.
Berdasar laporan Reuters, penjualan smartphone merek asing dari luar China turun hingga 47,4% pada November 2024, dibandingkan pada waktu yang sama pada tahun 2023. Penurunan terjadi sejak Oktober dengan penurunan sebesar 44,25%, dan dalam empat bulan terakhir, pengiriman smartphone asing ke China terus menurun.
Penurunan penjualan juga kerap dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu yang mengalami perlambatan, utamanya pada sektor properti dan konsumsi, yang pada ujungnya turut memengaruhi daya beli konsumen.
Di sisi lain, Apple sendiri masih harus menghadapi tuan rumah seperti Vivo dan Huawei yang menyiapkan produk-produknya dengan harga jual yang lebih kompetitif.
Sebagai gambaran, iPhone 16 Pro dijual dengan harga 7.999 yuan (Rp17,6 jutaan) dan iPhone Pro Max seharga 9.999 yuan (Rp22,1 jutaan). Kedua seri tertinggi itu mendapatkan potongan harga hingga 500 yuan (Rp1,1 jutaan) di China. Sementara untuk dua varian lain yang lebih rendah, yakni, iPhone 16 seharga 5.999 yuan (Rp13 jutaan) dan iPhone 16 Plus 6.999 yuan (Rp15,4 jutaan) hanya mendapatkan potongan sebesar 400 yuan (Rp800 ribuan).
Baca Juga
Menperin Agus: Semakin Lama Apple Inc Sampaikan Proposal Investasi, Mereka akan Merugi
Harga tersebut bisa dibilang masih jauh lebih mahal ketimbang smartphone flagship milik lokal, seperti Vivo dan Huawei. Vivo X200 contohnya, ponsel ini dilego 4.250 yuan (Rp9,3 jutaan) saja.
Hal yang sama juga dilakukan Huawei yang memberikan potongan lebih besar lagi pada smartphone Huawei Pura 70 Ultra yang dijual 10.999 yuan (Rp24,3 jutaan), menjadi 8.999 yuan (Rp19,8jutaan). Potongan besar itu dapat direalisasikan lantaran mereka menggunakan chipset yang dikembangkan sendiri.
Dengan kondisi demikian, tak ayal perusahaan teknologi asal Amerika itu memutuskan memberikan diskon besar di China mulai tanggal 4-7 Januari 2025, agar mampu merangkul konsumen baru di negara tersebut.
Di China sendiri keuntungan Apple mengalami penyusutan menjadi US$ 15.033 miliar pada kuartal IV- 2024, berbanding dengan US$ 15.084 miliar pada tahun sebelumnya. CEO Apple Inc, Tim Cook, mengatakan pihaknya kini tengah mengkaji potensi segala kebijakan pemerintah China yang akan melansir stimulus ekonomi.
Namun demikian jika melihat data yang dirilis oleh firma riset IDC pada akhir Oktober lalu, Apple berhasil balik ke posisi lima besar di pasar smartphone China pada kuartal ketiga tahun lalu. Hal ini didukung oleh peluncuran iPhone 16.
Dari sisi penguasaan pasar, Vivo tetap memimpin dengan pangsa pasar sebesar 18,6%, atau naik dari 15,8% pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Masih menurut IDC, Apple berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 15,6%, meskipun turun dari 16,1% pada tahun sebelumnya. Sementara merek-merek lokal lainnya seperti Huawei, Xiaomi, dan Honor, masing-masing berada di posisi ketiga, keempat, dan kelima.

