Usai Bapanas, BPOM Berikan Pernyataan Anggur Shine Muscat Aman Dikonsumsi
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan anggur shine muscat yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung residu pestisida Chlorpyrifos hingga melampaui ambang batas aman.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumny juga telah mengonfirmasi bahwa anggur shine muscat yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan hasil uji cepat residu pestisida terhadap 350 sampel anggur shine muscat yang dilakukan oleh Dinas Urusan Pangan Daerah selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) menunjukkan bahwa 90% sampel negatif dan 10% sampel terdeteksi positif dengan kadar yang rendah atau di bawah ambang batas maksimum residu.
Baca Juga
Bapanas Pastikan Anggur Shine Muscat yang Beredar di Indonesia Aman
Seperti diketahui, belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan anggur shine muscat yang mengandung residu pestisida berbahaya melampaui ambang batas aman di Thailand. Selain Chlorpyrifos, yang termasuk bahan kimia tipe 4 atau berbahaya, anggur shine muscat yang beredar di Negeri Gajah Putih juga mengandung puluhan jenis residu pestisida lainnya.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian sampel anggur shine muscat di laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM. Tidak ditemukan adanya kandungan klorpirifos melampaui ambang batas aman dari sampel anggur shine muscat yang berasal dari Jabodetabek, Bandung, Bandar Lampung, Makassar, Medan, Pontianak, dan Surabaya.
“Dari laboratorium kami, mendapatkan hasil secara objektif dan independen, tanpa pengaruh siapapun. Dan kita dapatkan bahwa hasilnya kita anggap tidak terdeteksi (zat berbahaya),” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas), Jakarta Selatan, Senin (4/11/2024).
Baca Juga
Bapanas Investigasi Anggur Muscat yang Diduga Terkontaminasi Residu Kimia Berbahaya
Taruna menjelaskan parameter uji residu pestisida krorpirifos menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry/Mass Spectrometry atau GC/MSMS (Limit of Detection atau LOD 0,02 ug/kg/Limit of Quantification atau LOQ 0,07 ug/kg)
"Kami temukan bahwa LOD-nya yaitu 0,02 mikrogram per kilogram, dan LOV-nya 0,07 mikrogram per kilogram. Nah, ini menunjukan bahwa ada (residu pestisida), tetapi secara kualitatif sebetulnya kita bisa mencontohkan bahwa dengan hasil yang tidak terdeteksi,” tuturnya.
Taruna menyebutkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai pihak yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan pangan segar. Kemudian menelusuri kebenaran pemberitaan yang beredar, serta melakukan tindak lanjut pengambilan sampel dan pengujian laboratorium.
"BPOM sebagai koordinator analisis risiko keamanan pangan akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya," tegasnya.
Walaupun demikian, Taruna meminta masyarakat untuk memperhatikan untuk memperhatikan cara pengelolaan anggur agar zat-zat berbahaya pada permukaan anggur tidak tertelan. Terlebih anggur adalah buah yang tidak perlu dikupas terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Baca Juga
Kemendag dan BPOM Sita Kosmetik Impor Ilegal 450 Ribu Buah, Nilainya Capai Rp 11,45 Miliar
"Untuk buah-buahan yang biasa dikonsumsi tanpa mengupas disarankan untuk mencuci terlebih dahulu dengan air bersih mengalir dan untuk kehati-hatian terhadap residu pestisida tertentu dilanjutkan dengan mengupas kulitnya. Pencucian dan pengupasan dapat mengurangi risiko paparan residu dan cemaran lain yang masih tertinggal di permukaan buah," paparnya.
Kemudian Taruna juga meminta masyarakat untuk mengenali dan memilih pangan yang aman dan bermutu serta memperhatikan dan menerapkan cara penyimpanan pangan sesuai dengan standar keamanan pangan. Caranya adalah dengan menjaga suhu penyimpanan pangan pada suhu tertentu dan memisahkan pangan berdasarkan jenisnya, serta menjaga kebersihan tempat penyimpanan pangan, untuk menghindari kontaminasi silang.
Pekan lalu, Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) mengumumkan temuan kandungan residu pestisida yang melewati ambang batas aman dalam anggur shine muscat yang diimpor ke Thailand. Temuan tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Thai-PAN dengan Majalah Chalard Sue (Smart Buy), Yayasan untuk Konsumen, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA).
Sebanyak 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diambil dari 15 toko di Bangkok terbukti mengandung residu pestisida dengan kadar melebihi ambang batas aman. Tercatat ada 50 jenis residu beracun terdeteksi dalam anggur-anggur tersebut.

