Menteri Perumahan: Penggunaan Tanah Sitaan Bikin Harga Rumah Lebih Murah
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan penggunaan tanah sitaan dari para koruptor untuk lahan pembangunan rumah bagi masyarakat bisa membuat harga jual rumah jadi lebih murah.
"Kalau tanahnya bisa diberikan dengan murah dan juga atau gratis ke rakyat, kemudian dia punya material bangunan untuk bangun rumahnya juga bisa murah, saya rasa kita bisa benar-benar kasih harga murah buat rakyat, karena komponen tanah dan komponen itu bisa murah," kata Maruarar saat ditemui awak media di Komplek Parlemen, Rabu (29/10/2024).
Ara, demikian sapaan akrabnya menyatakan, langkah penggunaan lahan sitaan dari koruptor memang ditujukan untuk mewujudkan hunian murah dan layak bagi masyarakat, seperti termaktub dalam salah satu Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Prabowo -Gibran.
Baca Juga
Kementerian Perumahan Bakal Kebut Program 3 Juta Rumah di Awal Tahun 2025
Untuk itu, kata Ara, Kamis besok (30/10/2024) akan bertemu dengan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPB) Muhammad Yusuf Ateh untuk membahas legalitas tanah sitaan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah rakyat.
"Hari Kamis saya ke tempatnya, jam 2 siang, untuk masuk ke Ditjen Kekayaan Negara, dan saya mohon itu bisa dibagikan atau dijual dengan murah kepada rakyat," katanya dilansir Antara.
Lebih lanjut, ia mengatakan, selain membuat harga hunian menjadi lebih murah, penggunaan tanah sitaan turut membuat adanya efisiensi anggaran dan optimalisasi aset negara.
Sebelumnya, Ara meminta lahan sitaan dengan total seluas 1.000 hektare di Banten hasil sitaan dari koruptor untuk dimanfaatkan untuk perumahan bagi rakyat kecil.
Seperti diberitakan, Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo -Gibran dalam Visi dan Misi Asta Citanya berkeinginan untuk membangun hunian dengan sanitasi yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut dengan membangun perumahan sebanyak 3 juta unit per tahun, dengan rincian 1 juta rumah untuk perkotaan, dan 2 juta rumah di pedesaan.

