Menteri Maruarar Akan Hibahkan Tanah 2,5 Ha di Tangerang, Siapa yang Garap?
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait akan menghibahkan tanah miliknya seluas 2,5 hektare (ha) di Tangerang. Demikian disampaikannya saat diskusi program 3 juta rumah yang diselenggarakan Kementerian PKP di Auditorium Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024).
“Saya mulai dari diri sendiri sebagai menteri, (tanggal) 10 November saya akan undang pengusaha, saya berikan 2,5 hektare tanah saya di Tangerang. Dan yang membangun pengusaha yang lain, bangunannya dan juga isinya,” ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar, saat diskusi program 3 juta rumah yang diselenggarakan Kementerian PKP di Auditorium Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024).
Ia pun menargetkan hunian yang bakal digarap di lahan seluas 2,5 ha tersebut akan rampung pada Juni 2025.
“Mudah-mudahan, delapan bulan lagi kita sudah bisa serahkan kepada berapa ratus masyarakat di situ. Dan saya minta jadi model (tanah 2,5 ha itu), mungkin 10% nya untuk TNI berpenghasilan rendah, ASN berpenghasilan rendah, dan Guru berpenghasilan rendah. Jadi ada ekosistem yang baik, ada berbagai macam suku, agama yang ada di situ jadi tidak eksklusif,” ucap Ara.
Baca Juga
Pemerintah Minta Bank BUMN Salurkan KPR Subsidi Sebanyak 1 Juta Unit Rumah Tahun 2025
Sebelumnya, Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah mengatakan Kementerian PKP berkomitmen akan mengebut program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di Januari 2025.
“Menjelang akhir tahun (2024) kita selesaikan sisa dari pembangunan rumah yang ada, kami coba push sekuat-kuatnya berapa yang bisa kita capai dari sisa pekerjaan Kementerian sebelumnya. Nanti di bulan Januari tahun 2025, kita mulai dengan mengejar target 3 juta per tahun,” ungkap Fahri usai rapat perdana bersama Menteri PKP Maruarar Sirait beserta jajaran Kementerian di Kantor Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2024) malam.
Kendati demikian, Wamen Fahri belum dapat memerinci anggaran yang akan dialokasikan untuk mengejar target pembangunan 3 juta rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu.
“Setahu saya APBN 2025 itu untuk dua Kementerian (PU dan Perumahan) itu Rp 116 triliun kalau tidak salah. Sekarang itu kan kita mau bagi dua. Nah, ini alokasi teknisnya sedang kita bahas juga di internal, mana yang untuk operasional dan yang lain-lainnya,” terang dia.
Baca Juga
CIMB Niaga Harap Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran Dongkrak Penyaluran KPR
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, Kementerian PKP akan menggenjot program 3 juta rumah Presiden Prabowo dan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau "bedah rumah" di 26 juta rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Program 3 juta (rumah) itu adalah hasil dari penataan ekosistem bagi semua pihak. Pemerintah, swasta, dalam negeri dan luar negeri untuk terjun membangun perumahan, baik yang untuk kepentingan pasar, tapi pemerintah khususnya Kementerian yang baru akan fokus untuk menyelesaikan backlog perumahan di Indonesia dan 26 juta permukiman atau rumah tidak layak huni (RTLH). Itu yang akan menjadi bagian dari fokus kerja utama Kementerian," ungkap Wamen Fahri beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan stakeholder terkait akan memanfaatkan sejumlah lahan yang saat ini dikelola oleh negara.
“Pengadaan lahannya tentu sedapat mungkin kita menggunakan yang sudah ada. Saya sudah koordinasi dengan Bapak Jaksa Agung ada banyak (lahan) yang sitaan, bagaimana itu bisa dimanfaatkan. Misalnya dari Menteri BUMN, dari Kereta Api (PT KAI) itu banyak tanah-tanah yang bisa dipakai. Kita akan mengutamakan juga untuk rumah bagi prajurit TNI juga bagaimana itu bisa dicapai,” ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar, di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) pagi.
Baca Juga
Ara menambahkan, pemerintah juga berkomitmen untuk mendorong kawasan permukiman di daerah perkotaan hingga pedesaan sesuai dengan program unggulan dari Presiden Prabowo yakni 3 juta rumah.
“Tentu kita berupaya juga membangun (permukiman) di desa dan di kota, bagaimana di kota juga sangat penting kalau bisa yang kerja di kota itu rumahnya kita bikin high rise, ke atas. Sehingga tidak perlu jauh ke tempat kerjanya. Jadi intinya kita dengan bekerja sama semua pihak kita yakin,” ucap dia.
Tak hanya itu, Ara juga akan menggandeng para pengembang atau developer properti untuk bekerja sama membangun hunian bagi warga Indonesia guna mengejar gap backlog 9,9 juta unit rumah.
“Jadi kita harus bergotong-royong dengan semua kekuatan karena memang masih banyak sekali rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah,” tutup dia.

